Proses pendataan korban sendiri ternyata tidak mudah dan penuh lika-liku. Muhari mengungkapkan, ada beberapa kali koreksi data yang harus dilakukan. Beberapa jenazah yang semula masuk daftar korban bencana akhirnya harus dicoret.
Alasannya cukup tragis.
Jadi, selain menghadapi korban baru, tim di lapangan juga harus memilah dengan cermat antara korban bencana dengan jenazah yang telah lebih dulu dimakamkan sebelum banjir dan tanah longsor menerjang. Situasi ini jelas menambah kompleksitas pekerjaan mereka di tengah kepedihan yang melanda.
Artikel Terkait
Bamsoet Soroti Langkah Prabowo Perkuat Bursa di Tengah Guncangan MSCI
Rakornas 2026 di Sentul: Kunci Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas
Kisah Penculikan Bocah Bekasi Berakhir di Atas Bus Bandung-Merak
DPR Apresiasi Langkah Cepat Danantara Bangun Huntara untuk Korban Bencana Sumbar