Proses pendataan korban sendiri ternyata tidak mudah dan penuh lika-liku. Muhari mengungkapkan, ada beberapa kali koreksi data yang harus dilakukan. Beberapa jenazah yang semula masuk daftar korban bencana akhirnya harus dicoret.
Alasannya cukup tragis.
Jadi, selain menghadapi korban baru, tim di lapangan juga harus memilah dengan cermat antara korban bencana dengan jenazah yang telah lebih dulu dimakamkan sebelum banjir dan tanah longsor menerjang. Situasi ini jelas menambah kompleksitas pekerjaan mereka di tengah kepedihan yang melanda.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka