"Permohonan kami untuk keluarga yang kehilangan, bisa membawa foto dari korban yang terlihat gigi dan identitas lainnya. Mungkin ada gambar sidik jari dan lain-lain," kata Prima.
Dokumen-dokumen pribadi semacam itu akan sangat membantu tim identifikasi yang telah disiagakan. Untuk menangani korban sebanyak itu, RS Polri telah menyiapkan tidak kurang dari sebelas tim khusus. Mereka terdiri dari tim antemortem, postmortem, hingga tim DNA.
"Tim kita sudah siap. Dan kita sudah kerja sama dengan UI juga. Kita sudah koordinasi dengan UI maupun Inafis," jelasnya lebih lanjut.
Tentang berapa lama proses ini akan berlangsung, Prima menyebut itu tidak pasti. Waktunya sangat bergantung pada kondisi masing-masing jenazah, terutama tingkat keparahan luka bakar yang diderita. Semakin sulit dikenali, tentu prosesnya akan memakan waktu lebih lama.
Artikel Terkait
Selandia Baru Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Kapolres Jaksel Ngopi di Gang Manggarai, Dengar Keluhan Warga Soal Tawuran dan Narkoba
Kebon Pala Terendam Dua Meter, Polairud Berjibaku Evakuasi Warga
Haedar Nashir Kritik Wacana Polri di Bawah Kementerian: Itu Mundur dari Reformasi