Suasana di RS Polri Kramat Jati, Selasa sore itu, berat. Satu per satu jenazah korban kebakaran gedung di Cempaka Baru tiba. Di antara kerumunan petugas dan keluarga, seorang perempuan tiba-tiba ambruk. Dia adalah keluarga korban. Sesampainya di rumah sakit, setelah menangis tak tertahankan, dia pingsan tepat saat diarahkan menuju posko pemeriksaan postmortem.
Petugas ambulans segera bergerak. Mereka mengevakuasi perempuan itu kembali ke dalam ambulans untuk pertolongan pertama. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, perempuan itu konon sedang mencari kabar suaminya yang menjadi korban.
"Belum ketahuan, ini istrinya," ujar seorang petugas yang mendampingi, singkat.
Di sisi lain, jumlah korban terus bertambah. Walkot Jakarta Pusat, Arifin, mengonfirmasi bahwa korban tewas dalam insiden di ruko Terra Drone itu telah mencapai 21 jiwa. Semua jasad telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
"Sudah 21 korban jiwa dikeluarkan, dibawa mobil jenazah," kata Arifin, Selasa (9/12).
Data di lokasi menunjukkan komposisi korban: 6 laki-laki dan 15 perempuan. Kabar sedikit menghangatkan adalah adanya 19 orang yang berhasil selamat dari kobaran api. Meski begitu, duka jelas mendominasi. Proses identifikasi terhadap semua korban yang dievakuasi kini tengah berlangsung di rumah sakit tersebut.
Sementara keluarga berduka, penyelidikan atas penyebab kebakaran masih terus dilakukan. Pertanyaan besar masih menggantung, menunggu jawaban.
Artikel Terkait
Wali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Kemendagri Berkat Keberhasilan Tekan Kemiskinan dan Stunting
Kebutuhan Tidur Anak Berdasarkan Usia: Ini Durasi Ideal dan Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang
Pemda DIY: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
Kebakaran Gudang PT. Lucky di Tangerang Hanguskan Isi Makanan Kucing dan Perabot, Kerugian Capai Rp 10 Miliar