Indonesia Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kedaulatan Somalia di Hadapan OKI

- Minggu, 11 Januari 2026 | 18:50 WIB
Indonesia Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kedaulatan Somalia di Hadapan OKI

Di tengah situasi yang memanas terkait status Somaliland, Indonesia kembali menegaskan posisinya. Pemerintah secara tegas mendukung kedaulatan penuh Somalia. Intinya, Jakarta melihat Somaliland sebagai bagian yang tak terpisahkan dari negara itu.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, dalam sebuah forum penting di Jeddah. Saat itu, dia mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI yang digelar Minggu lalu.

"Indonesia mendukung penuh kedaulatan dan kesatuan teritorial Republik Federal Somalia, dengan Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan,"

Ucapan Anis Matta itu jelas dan tegas. Pertemuan darurat OKI sendiri digelar atas permintaan langsung pemerintah Somalia. Latar belakangnya adalah pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka, sebuah langkah yang memicu ketegangan baru.

Nah, terkait pengakuan dari Israel itu, Indonesia sama sekali tidak setuju. Posisi kita jelas: menolak. Menurut pemerintah, langkah tersebut berbahaya. Bukan cuma berpotensi bikin kawasan jadi tidak stabil, tapi juga dinilai melanggar aturan main internasional dan Piagam PBB.

Lalu, solusi seperti apa yang ditawarkan? Indonesia mendorong agar persoalan ini diselesaikan secara internal oleh pihak-pihak terkait di Somalia. Di sisi lain, Jakarta juga mendesak OKI untuk bergerak. Mereka diharap bisa menghidupkan lagi OIC Contact Group tentang Somalia. Tujuannya, untuk menjaga keutuhan wilayah Somalia dan sekaligus keamanan regional.

Sebelum pertemuan puncak ini, sebenarnya Indonesia sudah menunjukkan sikapnya. Kita bergabung dalam Pernyataan Bersama yang diinisiasi Mesir. Pernyataan yang didukung puluhan negara serta organisasi seperti OKI dan GCC itu isinya tegas: menolak pengakuan Israel dan mendukung penuh kedaulatan Somalia.

Pertemuan di Jeddah itu sendiri dihadiri perwakilan dari 39 negara anggota OKI. Yang menarik, sebelas di antaranya mengirimkan menteri luar negerinya langsung. Hasilnya? Forum tersebut berhasil mengesahkan dua resolusi penting. Salah satunya berisi penolakan keras terhadap pengakuan Israel atas Somaliland, plus komitmen OKI untuk mengatasi dampak yang mungkin timbul.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar