Di tengah situasi yang memanas terkait status Somaliland, Indonesia kembali menegaskan posisinya. Pemerintah secara tegas mendukung kedaulatan penuh Somalia. Intinya, Jakarta melihat Somaliland sebagai bagian yang tak terpisahkan dari negara itu.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, dalam sebuah forum penting di Jeddah. Saat itu, dia mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI yang digelar Minggu lalu.
"Indonesia mendukung penuh kedaulatan dan kesatuan teritorial Republik Federal Somalia, dengan Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan,"
Ucapan Anis Matta itu jelas dan tegas. Pertemuan darurat OKI sendiri digelar atas permintaan langsung pemerintah Somalia. Latar belakangnya adalah pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka, sebuah langkah yang memicu ketegangan baru.
Nah, terkait pengakuan dari Israel itu, Indonesia sama sekali tidak setuju. Posisi kita jelas: menolak. Menurut pemerintah, langkah tersebut berbahaya. Bukan cuma berpotensi bikin kawasan jadi tidak stabil, tapi juga dinilai melanggar aturan main internasional dan Piagam PBB.
Lalu, solusi seperti apa yang ditawarkan? Indonesia mendorong agar persoalan ini diselesaikan secara internal oleh pihak-pihak terkait di Somalia. Di sisi lain, Jakarta juga mendesak OKI untuk bergerak. Mereka diharap bisa menghidupkan lagi OIC Contact Group tentang Somalia. Tujuannya, untuk menjaga keutuhan wilayah Somalia dan sekaligus keamanan regional.
Sebelum pertemuan puncak ini, sebenarnya Indonesia sudah menunjukkan sikapnya. Kita bergabung dalam Pernyataan Bersama yang diinisiasi Mesir. Pernyataan yang didukung puluhan negara serta organisasi seperti OKI dan GCC itu isinya tegas: menolak pengakuan Israel dan mendukung penuh kedaulatan Somalia.
Pertemuan di Jeddah itu sendiri dihadiri perwakilan dari 39 negara anggota OKI. Yang menarik, sebelas di antaranya mengirimkan menteri luar negerinya langsung. Hasilnya? Forum tersebut berhasil mengesahkan dua resolusi penting. Salah satunya berisi penolakan keras terhadap pengakuan Israel atas Somaliland, plus komitmen OKI untuk mengatasi dampak yang mungkin timbul.
Artikel Terkait
MUI dan Dubes Saudi Bahas Dampak Global Konflik Timur Tengah di Jakarta
Israel Hancurkan Jembatan Vital Penghubung Tyre-Sidon di Lebanon Selatan
Tujuh Dapur Gizi di Manokwari Masih Ditangguhkan Gara-gara IPAL Tak Standar
Debat Panas Warnai Evaluasi Prolegnas 2026, RUU Migas Jadi Pemicu Kericuhan