“Kami akan mendahuluinya dengan hearing dengan sebanyak mungkin masyarakat, agar apa yang disebut oleh Mahkamah Konstitusi sebagai meaningful participation atau partisipasi yang bermakna itu bisa kami lakukan,” ujarnya menegaskan.
Di sisi lain, Rifqi berjanji bahwa seluruh pembahasan nanti akan dijalankan dengan prinsip keterbukaan dan transparansi. Tak ada yang akan ditutup-tutupi, begitu katanya.
“Karena selama ini rapat di Komisi II juga bisa diakses oleh publik dengan baik,” sambungnya, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka