Di sisi lain, ketegangan dengan sekutu-sekutu Eropa juga makin nyata, terutama soal Ukraina. Banyak ibu kota di Eropa yang cemas dengan rencana Washington untuk mengakhiri perang. Kekhawatiran terbesar mereka? AS diduga ingin memaksa Kyiv menyerahkan wilayahnya pada Rusia.
Menariknya, Kremlin justru menyambut baik perubahan strategi Trump itu. Pemerintah Rusia menyebutnya "sebagian besar konsisten" dengan visi mereka. Komentar Trump seolah menggemakan suara Elon Musk, mantan sekutunya. Bos X itu kerap melontarkan klaim provokatif tentang migrasi di Uni Eropa.
Setelah platformnya didenda karena melanggar aturan digital, Musk bahkan sampai bilang blok Uni Eropa harus "dihapuskan". Tanggapan Brussels? Mereka menepisnya sebagai omongan yang "benar-benar gila".
Jadi, situasinya rumit. Di satu sisi ada peringatan keras dari dalam Gedung Putih, di sisi lain ada kesepakatan diam-diam dengan Moskow. Eropa jelas berada di persimpangan yang pelik.
Artikel Terkait
Menhub Soroti Pelanggaran Aturan Logistik Sebabkan Kepadatan di Gilimanuk
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Bandara Soetta Tambah 735 Penerbangan
Golkar Desak Kajian Mendalam Sebelum WFH untuk Hemat BBM Diterapkan
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Rumah Sakit, 400 Orang Tewas