Kawasan sekitar kampus IPB Dramaga pagi tadi tampak lebih lengang. Satpol PP Kabupaten Bogor memang sedang bertindak, menertibkan sejumlah pedagang kaki lima yang dianggap memicu kemacetan di titik itu.
Kabid Tibum Satpol PP setempat, Rhama Kodara, mengonfirmasi aksi itu. Menurutnya, penertiban yang berlangsung dari pagi hingga siang hari Senin (8/12/2025) itu bertujuan mengurai kemacetan.
"Iya memang itu supaya ke depannya tidak macet," ujar Rhama.
Fokus penertiban hari ini ada di area persimpangan. Setidaknya enam gerobak pedagang yang beroperasi di belokan jalan menjadi sasaran. Tapi ini bukan aksi satu kali. Rhama mengaku pihaknya sudah terus mengusir para pedagang sejak Sabtu lalu, menyambut rencana penertiban lebih besar dari Dinas PUPR.
"Kalau gerobak PKL yang di belokan ada sekitar enam gerobak. Cuma dari hari Sabtu kemarin kita halau terus, karena mau ada penertiban dari PUPR," tuturnya lagi.
Nantinya, wilayah yang akan dibersihkan memang bakal diperluas oleh PUPR. Namun untuk sementara, upaya difokuskan dulu di persimpangan dekat IPB itu. Rhama menegaskan, pembongkaran tidak dilakukan serampangan.
"Pascapembongkaran kita tidak semua, hanya di perempatan ini saja ni dan sesuai dengan anggaran yang dimiliki PUPR," ungkapnya.
Soal nasib pedagang yang terdampak, rencananya akan ada pembahasan lebih lanjut. Mereka kemungkinan akan direlokasi. Tak cuma itu, masalah angkot yang kerap ngetem sembarangan juga jadi perhatian. Dishub bakal diajak kolaborasi.
Rhama menutup pembicaraan dengan menekankan pentingnya kerja sama. "Semua ini kan kolaborasi, mungkin dari Satpol PP, Camat, dan Dishub kaitan dengan angkotnya termasuk yang berjualan lagi bisa gabungan dari kecamatan dan lain-lain," pungkasnya.
Penertiban seperti ini, rupanya, akan jadi pemandangan rutin di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Tiga Pelaku Pencurian Motor di Jonggol, Dua Di Antaranya Penadah
Mabes TNI Kosongkan 12 Rumah Dinas Slipi yang Ditempati Anak Purnawirawan
Polisi Buru Pria Diduga Cekoki Bocah Miras Lalu Cabuli di Cipondoh
IRGC Bantah Klaim AS soal Dua Kapal Dagang Melintasi Selat Hormuz