Dua Kementerian Gandeng Tangan, Gelar Bebersih Desa Nasional Awal 2026

- Senin, 08 Desember 2025 | 15:10 WIB
Dua Kementerian Gandeng Tangan, Gelar Bebersih Desa Nasional Awal 2026

Upaya mewujudkan desa bersih dan bebas sampah kini mendapat angin segar. Dua kementerian, Kemendes PDT dan Kementerian Lingkungan Hidup, memutuskan untuk bergandengan tangan. Mereka tak cuma berkoordinasi di Jakarta, tapi juga turun langsung ke lapangan. Tujuannya jelas: mengajak warga desa terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.

Menteri Desa, Yandri Susanto, dan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, punya keyakinan yang sama. Mereka melihat desa sebagai fondasi utama jika Indonesia ingin benar-benar terbebas dari persoalan sampah. Mengingat luasnya wilayah pedesaan, penguatan pemahaman lingkungan di tingkat akar rumput dianggap sebuah keharusan.

"Saya kira hal yang sangat penting adalah literasi agar para kepala desa paham," ujar Yandri Susanto.

"Kalau mereka paham maka ini juga membuat mereka terpacu, mereka termotivasi. Kita tingkatkan literasinya," tambahnya dalam sebuah keterangan tertulis, Senin lalu.

Nah, literasi saja ternyata belum cukup. Untuk itu, rencananya akan dilakukan pendampingan intensif. Nantinya, para pendamping desa dan penyuluh yang sehari-hari berinteraksi dengan warga akan menjadi ujung tombak. Logikanya sederhana: semakin banyak tangan yang terlibat, gerakan ini diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Menteri Hanif menegaskan komitmennya.

"Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya. Terkait penanganan sampah akan menjadi hal yang serius, program itu biar dikawal kami kita bersama-sama," tegas Hanif.

"Kita kolaborasi melalui penyuluh desa kita. Nanti kita buat penyegaran, kita elaborasi agar semua jelas dan bisa dipahami," imbuhnya.

Kolaborasi ini, jujur saja, adalah sebuah respons yang mendesak. Volume sampah di banyak desa terus bertambah, butuh aksi nyata. Pemerintah punya target besar: menciptakan sebuah model pengelolaan lingkungan yang tak cuma partisipatif, tapi juga inklusif dan punya nilai ekonomi bagi masyarakat desa.

Aksi konkret pertama akan dimulai awal tahun depan. Rencananya, pada 13 Januari 2026 di Boyolali, akan digelar Kegiatan Bebersih Desa Nasional. Ini adalah bagian dari Peringatan Hari Desa Nasional 2026. Gerakan massal ini diharapkan bisa diikuti oleh seluruh desa di Indonesia, sebagai pemicu untuk aksi-aksi berkelanjutan selanjutnya.

Dalam pertemuan itu, Mendes Yandri juga menyentuh persoalan lain yang tak kalah pelik: nasib desa-desa yang berada di dalam kawasan hutan. Ambil contoh 74 desa di Kabupaten Bogor. Penyelesaian status desa-desa seperti ini menjadi bahasan penting bersama KLH, dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. Tujuannya, agar masyarakat setempat bisa lebih leluasa menggerakkan roda perekonomian mereka.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar