Upaya mewujudkan desa bersih dan bebas sampah kini mendapat angin segar. Dua kementerian, Kemendes PDT dan Kementerian Lingkungan Hidup, memutuskan untuk bergandengan tangan. Mereka tak cuma berkoordinasi di Jakarta, tapi juga turun langsung ke lapangan. Tujuannya jelas: mengajak warga desa terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.
Menteri Desa, Yandri Susanto, dan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, punya keyakinan yang sama. Mereka melihat desa sebagai fondasi utama jika Indonesia ingin benar-benar terbebas dari persoalan sampah. Mengingat luasnya wilayah pedesaan, penguatan pemahaman lingkungan di tingkat akar rumput dianggap sebuah keharusan.
"Saya kira hal yang sangat penting adalah literasi agar para kepala desa paham," ujar Yandri Susanto.
"Kalau mereka paham maka ini juga membuat mereka terpacu, mereka termotivasi. Kita tingkatkan literasinya," tambahnya dalam sebuah keterangan tertulis, Senin lalu.
Nah, literasi saja ternyata belum cukup. Untuk itu, rencananya akan dilakukan pendampingan intensif. Nantinya, para pendamping desa dan penyuluh yang sehari-hari berinteraksi dengan warga akan menjadi ujung tombak. Logikanya sederhana: semakin banyak tangan yang terlibat, gerakan ini diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan efektif.
Menteri Hanif menegaskan komitmennya.
Artikel Terkait
Mayora Bangun Sepuluh Sumur untuk Fasilitas Kesehatan di Aceh Pascabencana
Razia Sabu 5,3 Kg di Tangsel, Dua Bandit Diamankan dari Kolong Flyover hingga Kontrakan
Prasetyo Tegaskan: Reshuffle Kabinet Murni Hak Prerogatif Presiden Prabowo
Gas Whip Pink di Balik Kematian Lula Lahfah, Polisi: Jangan Coba-Coba!