"Ternyata ada sekelompok anak remaja mengendarai sepeda motor sambil berboncengan dengan membawa senjata tajam kisaran 10 orang. Karena membahayakan, kemudian warga urung untuk keluar rumah,"
ujarnya melanjutkan.
Namun begitu, aksi para remaja itu ternyata tak berlangsung lama. Mereka turun dari motor, berlarian dan berteriak-teriak tak karuan. Tapi kemudian, mereka bubar dan kabur dengan cepat ke arah Jalan Raya Bogor. Rupanya, mereka melihat anggota TNI yang sedang hendak berangkat kerja.
Dari koordinasi dengan ketua lingkungan dan warga, diketahui satu hal yang cukup mencolok: para remaja itu bukan berasal dari lokasi kejadian. Warga sama sekali tidak mengenali mereka. Diduga kuat mereka dari luar daerah.
"Kemudian para Ketua RT setempat menyatakan bahwa warganya tidak ada yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut,"
imbuh Jupriono menutup penjelasannya. Situasi akhirnya mereda, tapi kegelisahan tentu masih tersisa.
Artikel Terkait
Mantan Menag Yaqut Diperiksa KPK, 8.400 Calon Haji Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Kuota
Polisi Tutup Kasus Kematian Lula Lahfah: Tak Ada Unsur Pidana
Operasi Pekat Jaya 2026 Bubarkan Balap Liar dan Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur
Porsche Cayenne Pakai Plat Palsu Kemhan, Sopir Bukan Pegawai Negara