Di Hall 10 ICE BSD yang ramai, suasana Minggu (7/12/2025) itu terasa berbeda. Sekitar tiga hingga empat ribu penyandang disabilitas beserta pendampingnya memadati tempat itu untuk acara bertajuk Inklusiland. Mereka berkumpul bukan tanpa alasan. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, yang sebenarnya jatuh pada 3 Desember. Tapi, penyelenggara sengaja memundurkannya agar bisa dihadiri lebih banyak orang.
Kehadiran Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, turut menyemarakkan acara. Ia datang didampingi putrinya, Cahaya Manthovani, yang menjabat sebagai Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa sang penggagas festival ini.
Cahaya sendiri menjelaskan maksud di balik penyelenggaraan Inklusiland.
"Inklusiland secara khusus memiliki tujuan untuk merayakan keberagaman dan membangun masyarakat inklusif. Ini adalah acara kolektif yang melibatkan berbagai pihak untuk menyebarkan kebahagiaan dan pemahaman tentang inklusivitas," ujar Cahaya, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, ini lebih dari sekadar festival tahunan. Inklusiland adalah sebuah gerakan. Gerakan kolektif untuk merayakan keberagaman sekaligus membangun kolaborasi nyata. Tujuannya jelas: memperluas akses bagi penyandang disabilitas di segala lini, baik di ruang sosial maupun lingkungan sehari-hari. Semangat untuk melawan keterbatasan dan pantang menyerah jadi rohnya.
Nilai-nilai perjuangan Prof. Reda Manthovani konon tercermin dalam setiap detail acara. Mulai dari kurasi program, desain pengalaman, sampai penyediaan fasilitas. Semuanya dikerjakan dengan satu prinsip utama: aksesibilitas bagi semua.
Artikel Terkait
Motul Gelar Moride di Lampung, Wadah Silaturahmi dan Edukasi Perawatan Motor
DK PBB Sahkan Resolusi Tegas, Desak Iran Hentikan Serangan di Teluk dan Selat Hormuz
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke Amerika dan Negara Lain
HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah