Gus Ipul Pastikan Bansos dan Dapur Umum untuk Korban Longsor Cisarua

- Minggu, 25 Januari 2026 | 17:05 WIB
Gus Ipul Pastikan Bansos dan Dapur Umum untuk Korban Longsor Cisarua

Di Taman Ismail Marzuki, Minggu (25/1) lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengonfirmasi telah mengirimkan bantuan untuk korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. Tak cuma itu, pemerintah juga bakal mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian. Langkah ini diambil untuk segera memenuhi kebutuhan mendasar para pengungsi.

“Setiap ada bencana, Kementerian Sosial bekerja sama dengan BNPB dan juga pemerintah daerah memberikan dukungan logistik,” jelas Gus Ipul.

“Yang penting itu dua: penyediaan tempat pengungsian dan penyelenggaraan dapur, sambil memberikan dukungan logistik yang kita miliki.”

Namun begitu, bantuan tak berhenti di situ. Menurut Gus Ipul, akan ada santunan untuk korban meninggal dan yang luka berat. Nantinya, ada juga program untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak akibat bencana.

“Setelah itu, kita akan memberikan santunan kepada yang meninggal, juga yang luka-luka berat. Kemudian ada dukungan lain dari pemerintah untuk perbaikan rumah,” ucapnya.

“Tapi yang dari Kementerian Sosial adalah berupa bantuan-bantuan sosial adaptif atau bansos adaptif,” tambahnya.

Prinsipnya, bantuan akan langsung digelontorkan begitu bencana terjadi di suatu wilayah. Mirip dengan penanganan banjir di Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, proses evakuasi di lapangan masih berlangsung intensif. Dari data terbaru, petugas berhasil menemukan 11 jenazah korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda. Situasinya masih mencekam 79 warga lainnya dilaporkan masih hilang.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, memberikan konfirmasi terpisah.

“Jadi sampai pagi hari ini, laporan yang kita terima itu ada 11 yang ditemukan, 23 selamat, dan 79 masih dicari,” katanya.

Dari sebelas jenazah yang berhasil dievakuasi, tujuh di antaranya sudah teridentifikasi oleh tim DVI Polda Jabar. Proses identifikasi ini melibatkan tenaga medis dan forensik, didukung teknologi mutakhir. Tujuannya jelas: memastikan keakuratan data sekaligus menjaga aspek kemanusiaan dalam penanganan korban.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar