Lewat HPL? Tenang, Ini yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil

- Selasa, 20 Januari 2026 | 12:48 WIB
Lewat HPL? Tenang, Ini yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil

Rasanya campur aduk saat usia kandungan sudah menginjak 40 minggu, tapi belum ada tanda-tanda mau melahirkan. Kecemasan itu wajar banget dirasakan para calon ibu. Tapi, tunggu dulu. Ternyata, hari perkiraan lahir atau HPL di minggu ke-40 itu bukan patokan baku kapan bayi harus keluar.

"HPL atau hari perkiraan lahir biasa adalah di usia kehamilan 40 minggu, tapi itu tidak mutlak,"

Penegasan itu datang dari dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Ia menyampaikannya pada Rabu, 7 Januari lalu.

Memang, setiap kehamilan punya ceritanya sendiri. Ada yang melahirkan lebih cepat, ada juga yang baru merasakan kontraksi setelah lewat dari tanggal taksiran itu. Bahkan, menurut sejumlah ahli, kehamilan masih bisa ditunggu sampai usia 41 minggu. Syaratnya cuma satu: kondisi ibu dan janin harus baik-baik saja dan dipantau dengan ketat.

Lalu, Harus Apa Kalau Sudah 40 Minggu Tapi Bayi Belum Lahir?

Nah, kalau sudah lewat dari HPL, biasanya dokter akan minta ibu untuk lebih jeli memperhatikan gerakan si kecil di dalam kandungan. Anggap saja normal kalau dalam rentang satu sampai dua jam, janin masih bergerak setidaknya sekali. Selain itu, jangan cuma duduk-duduk atau rebahan saja.

"Lakukan induksi ringan yang bisa dilakukan secara alami seperti aktif berjalan, mengerjakan pekerjaan rumah tangga biasa. Jadi intinya, jangan malas untuk bergerak," saran dr. Dinda.

Di fase 40 hingga 41 minggu ini, pemeriksaan lanjutan lewat USG biasanya akan dilakukan. Tujuannya jelas: untuk mengecek bagaimana keadaan janin, volume air ketuban, plus kondisi plasenta. Hasil dari pemeriksaan inilah yang nanti jadi bahan pertimbangan dokter untuk ambil langkah selanjutnya.

Bagaimana kalau hasilnya kurang bagus? Dokter bisa saja menyarankan induksi persalinan memakai obat. Tapi, kalau induksi dianggap berisiko untuk ibu dan bayi, maka jalan operasi caesar seringkali jadi pilihan yang lebih aman. Semua demi keselamatan kedua pihak.

Yang ditekankan dr. Dinda, ibu hamil harus usahakan tetap tenang dan rajin kontrol. Soal waktu dan cara melahirkan, keputusannya selalu disesuaikan dengan kondisi medis ibu dan janin saat itu. Bukan cuma patok angka usia kehamilan di kalender.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar