Nama Jay Idzes memang sedang naik daun beberapa tahun terakhir. Apalagi sejak proses naturalisasinya rampung dan ia resmi berseragam timnas.
Kini, posisinya sebagai bek tengah andalan di skuad Garuda sudah tak perlu diragukan lagi.
Jay Noah Idzes, pemuda kelahiran Mierlo, Belanda, 2 Juni 2000 itu, kini jadi salah satu pilar penting lini belakang Indonesia. Di usia 25 tahun, postur tubuhnya yang menjulang 1,90 meter ditambah kemampuan membaca permainan yang matang, menjadikannya bek tengah modern yang diandalkan.
Perjalanan kariernya dimulai dari Mifano Jeugd pada 2009. Tak butuh waktu lama, bakatnya terendus akademi besar PSV, di mana ia menghabiskan lima tahun masa pembinaannya.
Namun begitu, karier profesionalnya benar-benar menanjak saat bergabung dengan FC Eindhoven tahun 2018.
Bersama klub itu, Idzes tampil dalam 57 pertandingan. Statistiknya cukup berwarna: satu assist, sebelas kartu kuning, satu kartu kuning kedua, satu kartu merah, dengan total 4.136 menit di lapangan hijau.
Tiga musim di Go Ahead Eagles menjadi babak berikutnya. Di sana, ia tampil solid dalam 93 laga, mencetak tiga gol dan lima assist. Kartu kuning berhasil dikumpulkannya sebanyak sepuluh lembar, dengan total waktu bermain 7.049 menit.
Performanya yang terus meningkat menarik perhatian klub Italia, Venezia FC, yang memboyongnya pada 2023. Selama dua tahun, Idzes mencetak lima gol dan bermain reguler di Serie B, sebelum akhirnya mendapat kesempatan membuktikan diri di Serie A.
Di kasta tertinggi sepak bola Italia itu, ia menorehkan satu gol dalam 3.128 menit bermain. Satu gol lagi ia tambahkan di Coppa Italia musim 2024/2025.
Babak baru kariernya dibuka pada 9 Agustus 2025. Idzes resmi dikontrak klub Serie A, US Sassuolo, dengan ikatan hingga Juni 2029.
Kini, pemain berkaki kanan itu telah menyandang status WNI dan menjadi salah satu pilar di skuad Garuda. Bahkan, ia beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten.
Secara statistik, perjalanannya cukup impresif. Di level liga nasional, ia telah tampil dalam 210 pertandingan dengan enam gol dan lima assist. Kartu kuning berhasil dikumpulkannya 29 kali, plus satu kartu kuning kedua dan satu kartu merah, dengan total menit bermain 16.433.
Sementara di kejuaraan domestik, catatannya 15 laga, dua gol, satu assist, dan satu kartu kuning dalam 1.290 menit.
Jika dirinci per klub, berikut perjalanannya:
Go Ahead Eagles: 93 penampilan, 3 gol, 5 assist, 10 kartu kuning, 7.049 menit.
Venezia FC: 66 laga, 5 gol, 9 kartu kuning, 5.793 menit.
FC Eindhoven: 57 pertandingan, 1 assist, 11 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, 4.136 menit.
FC Eindhoven U21: 9 penampilan, 745 menit.
Pencapaian terbesarnya sejauh ini adalah promosi ke Liga 1 Belanda bersama Go Ahead Eagles di musim 2020/2021.
Riwayat transfernya pun menggambarkan perjalanan bertahap: Mifano Jeugd (2009), PSV Youth (2009–2014), VVV-Venlo Youth (2014–2015), VVV-Venlo U17 (2015–2016), Eindhoven U17 (2016–2017), Eindhoven U19 (2017–2018), FC Eindhoven (2018–2020), Go Ahead Eagles (2020–2023), Venezia (2023–2025), dan terakhir US Sassuolo sejak 2025.
Itulah sekelumit tentang Jay Idzes, bek andalan Timnas Indonesia yang kariernya terus menanjak di Eropa.
Artikel Terkait
Celyna Grace, Juara Indonesian Idol Season 14, Ingin Merambah Akting dan Dunia Film
Jaz Rowe Pilih Musik Personal dan Jujur untuk Gaet Pendengar Muda Lewat Lirik Keseharian
Alfin Habib Siapkan Remake Lagu Melayu Legendaris, Perhatikan Izin dan Karakter Vokal
MNCTV Road To Kilau Raya Meriahkan HUT ke-479 Kota Semarang dengan Musik Dangdut dan Atraksi Sulap