Sekjen Golkar, Muhammad Sarmuji, dengan tegas membantah tudingan yang beredar. Ia menyatakan wacana koalisi permanen yang dilontarkan Ketum Bahlil Lahadalia sama sekali bukan bentuk serangan balik terhadap Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dari PKB. Menurut Sarmuji, gagasan itu murni dilontarkan Bahlil tanpa bermaksud merespons siapa-siapa.
"Ketum Bahlil menawarkan koalisi permanen karena hal itu memang penting, bukan untuk merespon siapa pun,"
kata Sarmuji, Senin (8/12/2025) lalu.
Wacana ini sendiri pertama kali mengemuka di hadapan Prabowo Subianto pada perayaan HUT Golkar, Jumat (5/12). Banyak yang langsung menganalisis. Mereka menduga usulan Bahlil itu adalah sindiran halus untuk Cak Imin, yang dulu berseberangan di Pilpres 2024 namun kini telah bergabung dengan pemerintahan.
Namun begitu, Sarmuji punya penjelasan lain. Baginya, koalisi permanen adalah sebuah langkah strategis. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas pemerintahan dari awal hingga akhir masa jabatan.
"Koalisi permanen penting supaya stabilitas pemerintahan terjaga. Bukan kalau ada peluang lain, lalu tengok ke sana. Kami justru berharap partai lain dalam koalisi punya semangat yang sama,"
jelasnya lebih lanjut. Ia mendorong semua pihak untuk bersikap kompak.
Artikel Terkait
Camat Medan Maimun Dicopot, Kartu Dinas Dihabiskan untuk Judol Rp 1,2 M
Ahok Hadir di Pengadilan Tipikor, Siap Buka Data dari Google Drive
Dua Pelaku Pencurian Motor Berantai di Serang Akhirnya Diciduk Polisi
Adies Kadir: Senang Dipercaya Jadi Hakim MK, Tapi Berat Meninggalkan Rumah Kedua di Komisi III