Lain Cerita dari Analis Politik
Di sisi lain, tafsir yang berbeda datang dari Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI). Ia punya pandangan yang cukup tajam. Menurut analisisnya, usulan Bahlil itu tak lain adalah serangan balik untuk Cak Imin.
Latar belakangnya adalah pernyataan Ketum PKB itu yang mengajak tiga menteri untuk melakukan 'taubat nasuha' pasca bencana di Sumatera. Bagi Adi, ajakan Cak Imin terdengar seperti provokasi.
"Tapi karena ini kan yang ngomong adalah Muhaimin Iskandar, kan ngajak perang sebenarnya,"
kata Adi Prayitno dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (6/12).
Ia melanjutkan, yang disebut Cak Imin adalah sejumlah elite partai yang dianggap publik punya kontribusi terhadap kerusakan alam di Sumatera. Nah, respons Bahlil yang menyebut Cak Imin juga perlu bertaubat, dalam pandangan Adi, adalah bentuk balasan yang cerdas. Jadi, meski Sarmuji membantah, di luar sana narasi pertarungan politik halus ini masih terus bergulir.
Artikel Terkait
Meta Luncurkan Fitur Balasan Otomatis AI untuk Penjual di Facebook Marketplace
Kapolri Ajak Ulama dan Tokoh Jatim Jaga Stabilitas Hadapi Dampak Konflik Global
Patung Fatmawati Sedang Hamil Diresmikan di Taman Bendera Pusaka Jakarta
Arus Mudik Lebaran Mulai Meningkat di Pelabuhan Merak