Prabowo Tanya Ada WC-nya? Saat BNPB Paparkan Huntara Rp 30 Juta

- Senin, 08 Desember 2025 | 05:50 WIB
Prabowo Tanya Ada WC-nya? Saat BNPB Paparkan Huntara Rp 30 Juta

Dalam rapat terbatas yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu malam lalu, suasana cukup tegang membahas pemulihan pascabencana. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung pertemuan itu, dikelilingi para menteri dan pejabat setempat. Laporan demi laporan disampaikan, termasuk dari Kepala BNPB, Letjen Suharyanto.

Nah, dalam kesempatan itulah Suharyanto memaparkan soal pembangunan hunian sementara untuk para korban. Menurutnya, setiap unit huntara dibangun dengan ukuran 8x5 meter. "Jadi luasnya tipe 36," jelas Suharyanto. Ia berharap, dengan rumah sederhana ini, kondisi pengungsi bisa lebih baik ketimbang harus bertahan di tenda. Soal anggaran? Sekitar Rp 30 juta per unit.

Mendengar angka itu, Prabowo langsung menyela. Ia ingin memastikan satu hal.

"Ada WC kamar mandi?" tanya Presiden.

"Ada di dalam," jawab Suharyanto singkat.

Rupanya jawaban itu cukup. Prabowo lantas berkomentar, suaranya terdengar agak lega. Menurutnya, harga Rp 30 juta untuk rumah tipe 36 termasuk kategori murah. "Saya kira termasuk murah itu ya," ucap Prabowo.

Namun begitu, Suharyanto buru-buru memberikan catatan. Huntara ini, kata dia, bukan solusi permanen. Desainnya hanya untuk dihuni paling lama setahun. Setelah periode itu, warga akan dipindahkan ke hunian tetap yang jauh lebih layak.

"Jadi ini cuma sementara, Bapak Presiden. Maksimal setahun, lalu mereka pindah ke rumah yang lebih baik," pungkas Suharyanto menegaskan.

Rapat malam itu pun berlanjut membahas hal-hal teknis lainnya. Namun percakapan singkat tentang huntara seharga 30 juta itu sempat menyita perhatian. Angka yang bagi sebagian orang terlihat kecil, tapi bagi yang kehilangan tempat tinggal, mungkin saja jadi awal yang baru.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler