Dalam rapat terbatas yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu malam lalu, suasana cukup tegang membahas pemulihan pascabencana. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung pertemuan itu, dikelilingi para menteri dan pejabat setempat. Laporan demi laporan disampaikan, termasuk dari Kepala BNPB, Letjen Suharyanto.
Nah, dalam kesempatan itulah Suharyanto memaparkan soal pembangunan hunian sementara untuk para korban. Menurutnya, setiap unit huntara dibangun dengan ukuran 8x5 meter. "Jadi luasnya tipe 36," jelas Suharyanto. Ia berharap, dengan rumah sederhana ini, kondisi pengungsi bisa lebih baik ketimbang harus bertahan di tenda. Soal anggaran? Sekitar Rp 30 juta per unit.
Mendengar angka itu, Prabowo langsung menyela. Ia ingin memastikan satu hal.
"Ada WC kamar mandi?" tanya Presiden.
"Ada di dalam," jawab Suharyanto singkat.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Insanul Fahmi Keluhkan Kendala Pertemuan dengan Anak di Tengah Proses Perceraian
Polda Sumsel Gelar 227 Kali Khataman Al-Quran untuk Pembinaan Rohani Personel
Wakapolda Metro Jaya Inspeksi Bandara Soetta, Pastikan Layanan Mudik Lebaran 2026 Optimal
Kapolri Dukung Rehabilitasi Taman Nasional Tesso Nilo untuk Selamatkan Gajah Sumatera