Dia menerangkan, semua pengiriman saat ini mengandalkan udara. Entah dengan mendaratkan helikopter, atau lewat teknik airdrop. Yang jelas, kata dia, metode ‘lempar-lempar’ bantuan dari ketinggian sudah dihentikan.
Namun begitu, Presiden Prabowo punya usulan lain. Dia menyinggung soal penggunaan sling rope, tali yang diulur dari helikopter untuk menurunkan barang. Menurutnya, cara itu bisa jadi solusi yang lebih praktis dan cepat.
Pembahasan ini rupanya punya latar. Belakangan, beredar video viral yang memperlihatkan bantuan beras dijatuhkan begitu saja dari helikopter. Dalam rekaman itu, warga di Tapanuli Utara terlihat memunguti beras yang berserakan karena bungkusnya pecah di udara. Sebuah gambaran yang memicu pertanyaan tentang efektivitas dan martabat dalam penyaluran bantuan.
Rapat terbatas itu, di tengah kepulan debu dan deru mesin di landasan udara, mencoba menjawabnya. Mencari cara terbaik agar bantuan sampai tepat sasaran, dengan cara yang lebih terhormat.
Artikel Terkait
BMKG Klaim Berhasil Tekan Hujan Jabodetabek Hampir 40% Lewat Penyemaian Awan
BNPB Tambah Armada Pesawat untuk Tundukkan Hujan Lebat di Jakarta
AS Resmi Tinggalkan WHO, Indonesia Diimbau Manfaatkan Momentum Kemandirian Kesehatan
Trump Angkat Bicara Soal Memar Misterius di Davos: Cuma Terbentur Meja