Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tas Hijau Stasiun Citayam, Surat dari Ibu Mengungkap Duka

- Minggu, 07 Desember 2025 | 16:05 WIB
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tas Hijau Stasiun Citayam, Surat dari Ibu Mengungkap Duka

Sebuah penemuan tragis mengagetkan Stasiun Citayam, Depok, Senin (1/12) sore lalu. Petugas stasiun menemukan sebuah tas berwarna hijau tergantung di toilet. Awalnya diduga tas tertinggal penumpang commuter line. Namun, saat dibuka, isinya membuat mereka kaget: jasad seorang bayi perempuan yang sudah tak bernyawa.

Kabar itu langsung berembus. Petugas keamanan stasiun pun segera melaporkan temuan itu ke Polres Metro Depok. Tak lama, tim identifikasi dan olah TKP berdatangan. Mereka memeriksa area toilet, mengamankan barang bukti, dan melakukan pemeriksaan awal. Dari situ, diketahui bayi malang itu baru berusia sekitar empat sampai lima hari.

Namun begitu, ada satu petunjuk lain yang menyayat hati. Di dalam tas yang sama, polisi menemukan secarik kertas.

“(Isi surat) ‘Tolong bantu saya, siapapun anda. Kuburkan anak saya dengan layak. Maafkan saya, saya tidak mampu menjadi anak yang baik. Saya gagal merawat putriku ini’,”

Begitulah AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok, menirukan isi surat yang diduga ditulis oleh orang tua bayi itu. Sebuah permohonan tolong sekaligus pengakuan kegagalan yang tertinggal bersama tragedi.

Perkembangan kasus ini akhirnya membuahkan titik terang. Menurut Made Budi yang dihubungi Minggu (7/12), sang ibu dari bayi tersebut telah berhasil diamankan. “Ibu dari bayi sudah diamankan. Kemarin sore diamankannya oleh petugas KAI,” ujarnya.

Di sisi lain, tersirat kabar yang tak kalah memilukan. Polisi menyebut bahwa pelaku, sang ibu, diduga mengalami gangguan kejiwaan. “(Pelaku) Stress,” jelas Made Budi singkat. Saat ini, wanita itu masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit PPA Polres Metro Depok. Proses hukum dan pendalaman motif masih terus berlanjut, sementara sebuah nyawa kecil telah lebih dulu pergi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar