Perayaan yang digelar sejak sore itu sendiri berlangsung meriah dan dihadiri ribuan orang. Yang menarik, acara ini juga kedatangan tamu penting: Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menekankan bahwa kehadirannya adalah wujud nyata merayakan perbedaan.
Begitu katanya, Sabtu (6/12) malam. Dia menggambarkan Indonesia sebagai kanvas indah ciptaan Tuhan, tempat berbagai elemen hidup berdampingan. Menurutnya, lukisan ini tak boleh dirusak oleh siapapun.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyebut momen kebersamaan ini sebagai bentuk silaturahmi yang hakiki. Ada ikatan batin, katanya, yang menguatkan rasa persaudaraan di tengah keberagaman.
Acara pun berakhir dengan damai. Meski meninggalkan jejak kemacetan yang panjang, nuansa kebersamaan dan pesan toleransi itu yang lebih terasa mengendap.
Artikel Terkait
MK Tegaskan Kewenangan Presiden Soal Grasi dan Amnesti Tetap Utuh
BMKG: Hujan Masih Guyur Jawa-Bali hingga Februari, Waspada Cuaca Ekstrem
Trump Kaji Serangan Terbatas untuk Dukung Gelombang Protes di Iran
Kades Sintang Terjaring Operasi Polisi Usai Mencuri Motor Warga