Cahaya Kembali Menyapa Palembayan, Warga Mulai Bernapas Lega

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 17:45 WIB
Cahaya Kembali Menyapa Palembayan, Warga Mulai Bernapas Lega

Dini hari tadi, akhirnya cahaya kembali menyapa Kecamatan Palembayan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Listrik yang sempat padam akibat bencana, perlahan mulai mengalir lagi ke sejumlah rumah warga.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (6/12/2025) menunjukkan, beberapa titik sudah terang. Warga pun mulai bisa bernapas lega. Mereka sudah bisa kembali menyalakan lampu, menggunakan rice cooker, atau mendinginkan makanan di kulkas. Aktivitas rumah tangga yang sempat lumpuh, pelan-pelan bergerak.

Salah satu warga yang merasakan kelegaan itu adalah Susi Susanti dari Nagari Salareh Aia.

"Di rumah saya sudah menyala dari jam 11.00 siang tadi," ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Raut wajahnya terlihat lebih cerah. Susi mengaku sangat senang. Kegelapan malam yang membuat waswas, kini mulai sirna.

"Alhamdulillah, senang lah kami. Nggak gelap-gelapan lagi," katanya sambil tersenyum.

Namun begitu, harapannya tak berhenti di situ. Susi berharap pemulihan di desanya bisa berjalan lebih cepat lagi. Agar kehidupan warga bisa benar-benar normal seperti sedia kala.

Ia juga punya permintaan konkret untuk pemerintah.

"Iya, mudah-mudahan jalan segera diperbaiki, lumpur-lumpur dibersihkan supaya kami bisa beraktivitas dengan tenang," harap Susi.

Harapan itu wajar saja. Banjir bandang yang menerjang pada Kamis (27/11) lalu memang memporak-porandakan sebagian besar Palembayan. Bencana itu tak hanya merusak infrastruktur, tapi juga merenggut ratusan nyawa dan masih menyisakan ratusan orang dalam status hilang.

Pasca kejadian, upaya penanganan langsung digeber. Pemerintah, TNI-Polri, Basarnas, dan BNPB bahu-membahu di lapangan. Bahkan Polda Riau yang bertetangga turut mengulurkan tangan. Mereka mengirimkan personel, peralatan SAR, alat berat, hingga tim khusus untuk memulihkan trauma warga yang selamat. Sebuah kerja sama yang dibutuhkan untuk mengangkat daerah ini dari keterpurukan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar