Seorang balita di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, harus menjalani operasi kepala dan menderita kaki patah. Diduga, luka-luka mengerikan ini adalah hasil penganiayaan ayah tirinya sendiri. Yang lebih memilukan, sang ibu disebut-sebut tahu tapi memilih untuk tutup mulut.
Pelakunya, Ifani (23), kini sudah diamankan polisi. Usia korban baru menginjak empat tahun.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, mengonfirmasi bahwa Ifani telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara peran ibu kandung korban masih diselidiki lebih lanjut.
"Sementara kita belum menetapkan tersangka lebih dari satu orang. Baru IF saja yang kita tetapkan. Tapi perkembangan ke depan akan kita lihat," kata Made kepada awak media pada Jumat (5/12/2025).
Dari pemeriksaan, terungkap bahwa ibu korban sebenarnya mengetahui aksi suaminya. Awalnya dia coba menutup-nutupi, namun akhirnya mengakui kebenarannya.
"Ibu korban tahu. Memang awalnya dia sedikit menutupi apa yang dilakukan tersangka. Tapi setelah pemeriksaan intensif, dia akhirnya mengaku sempat melihat tindakan kekerasan itu terjadi," jelas Made.
Dasar Tindakan yang Tak Bisa Dimengerti
Lalu, apa motif di balik kekejian ini? Polisi menyebut alasan pelaku sederhana sekaligus mengerikan: emosi dan rasa kesal.
"Motifnya karena tersangka kesal dan emosi. Korban diperintah tapi tidak segera melaksanakan," ungkap Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, sehari sebelumnya.
Rincian penganiayaannya sungguh membuat hati miris. Made Budi membeberkan, Ifani mulai dari menyentil mata bocah malang itu. Lalu, dia menekan tangan korban sampai patah, bahkan menginjaknya.
Tidak berhenti di situ. Si pelaku juga menendang paha sang anak hingga patah. Dia mengangkat tubuh korban lalu melepaskannya begitu saja, hingga terjatuh dan kepalanya membentur lantai. Bahkan, ujung rokok pun disudutkan ke tubuh balita itu.
Sebuah rangkaian kekerasan yang sulit dicerna akal sehat, terlebih dilakukan oleh orang yang seharusnya melindungi.
Artikel Terkait
Pegawai Toko Roti Hari Pertama Kerja Tewas Dibacok di Cengkareng, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
KSP Dudung Kecam Pernyataan Habib Rizieq: Ulama Harusnya Menyejukkan, Bukan Memprovokasi
Penyakit Kulit Mewabah di Kamp Pengungsian Gaza, PBB Peringatkan Krisis Kesehatan Baru
Penyakit Kulit Ancam Warga Gaza, PBB Peringatkan Krisis Kesehatan Baru di Kamp Pengungsian