Angka korban jiwa di Sri Lanka terus bertambah. Akibat amukan Siklon Ditwah yang memicu banjir dan tanah longsor hebat, otoritas setempat kini mencatat 607 orang meninggal dunia. Masih ada 214 orang lainnya yang hilang dan belum ditemukan.
Bayangkan, lebih dari dua juta penduduk merasakan langsung dampaknya. Pulau dengan 22 juta jiwa ini baru saja dilewati sikron itu pada Sabtu lalu, dan meninggalkan pemandangan kehancuran di mana-mana. Jejaknya masih terasa jelas.
Sebelumnya, jumlah korban tewas 'hanya' 465 orang. Lonjakannya dalam beberapa hari terakhir ini sungguh memilukan. Pemerintah di Kolombo pun mengestimasi, mereka butuh dana tak sedikit sekitar 7 miliar dolar AS untuk membangun kembali rumah warga, pusat industri, hingga jalan-jalan yang rusak parah.
Namun begitu, harapan untuk menemukan 366 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang kini nyaris pupis. Mereka hilang diterjang hujan lebat pekan lalu, yang dengan cepat berubah menjadi banjir bandang dan longsor.
Di ibu kota Kolombo sendiri, kondisi mulai menunjukkan perbaikan. Air banjir yang semula merendam kota perlahan surut sejak Rabu (3/12) waktu setempat. Setidaknya ini secercah kabar baik setelah akhir pekan yang begitu mencekam.
Sementara itu, kehidupan ratusan ribu orang masih terus terganggu. Dari sekian juta yang terdampak, sekitar 200.000 orang terpaksa mengungsi dan kini tinggal di tempat-tempat penampungan yang disiapkan pemerintah. Mereka menunggu, sambil berusaha memulihkan diri dari bencana yang datang tiba-tiba ini.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Menpora dan Pelatih Timnas Bahas Target Lolos Piala Dunia 2030
Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Polri Tangkap Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Malaysia
Polisi Wanita Indonesia Raih Penghargaan PBB Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal di Afrika Tengah