Sebuah gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu dini hari. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 4,0 dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG melaporkan, gempa terjadi pada pukul 04.56 WIB. Episenter gempa terdeteksi pada koordinat 5,09 Lintang Utara dan 125,07 Bujur Timur. Getaran gempa dirasakan di wilayah Kepulauan Marore dengan skala intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Mag: 4.0, 20-Jun-2026 04:56:18 WIB,” demikian keterangan resmi BMKG yang diunggah melalui akun media sosialnya.
Dalam pernyataan yang sama, BMKG memberikan catatan bahwa informasi yang dirilis masih bersifat sementara. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis pihak BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga belum mengeluarkan peringatan dini tsunami mengingat kekuatan gempa yang relatif kecil dan kedalaman yang dangkal. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Artikel Terkait
PKB Dinilai Tak Punya Legitimasi Desak PDIP Soal Sikap Politik Abu-Abu
AS Pastikan Tiket ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Australia 2-0
Samuel Morse Mendapatkan Paten Telegraf pada 20 Juni 1840, Cikal Bakal Revolusi Komunikasi Global
PKS Hormati Pilihan Politik PDIP, Nilai Keberadaan di Luar Pemerintahan Sah dan Baik untuk Demokrasi