Isu yang beredar soal 250 korban jiwa akibat banjir bandang di Kampung Dalam, Aceh Tamiang, dibantah tegas oleh Bupati setempat, Armia Fahmi. Menurutnya, kabar itu sama sekali tidak benar dan termasuk informasi yang menyesatkan.
"Saya pertegas, itu tidak benar," ujar Armia, Jumat lalu.
"Jangan dipercaya, itu adalah informasi sesat."
Dia mengakui memang ada korban meninggal di desa tersebut, tapi jumlahnya jauh dari angka ratusan. Untuk mendapatkan data yang valid, Armia mengajak masyarakat mengecek langsung ke posko yang telah dibentuk.
"Kalau mau tanya data yang valid, silakan datang ke Posko Bicara Alam yang ada di perumahan prabu Desa Paya Bedi," katanya.
Armia juga mencoba meluruskan gambaran tentang lokasi kejadian. Kawasan Kampung Dalam, katanya, bukanlah wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Bahkan, saat banjir pertama melanda, ia sempat terjebak dan harus menyeberangi sungai di dekat Kantor BPBD Karang Baru.
"Ada di Kampung Dalam yang meninggal di situ. Tetapi saya pikir tidak terlalu banyak," ujarnya lagi, mencoba memberi penekanan.
Di sisi lain, soal distribusi bantuan logistik, pemerintah daerah mengklaim telah memobilisasi berbagai alat transportasi. Tidak hanya kendaraan biasa, traktor pun dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit.
"Ini sudah ada banyak perlengkapan traktor kosong untuk mengirim terus ke kampung-kampung yang diperkirakan belum kita sentuh," jelas Armia, menyebut sejumlah wilayah seperti Tenggulun dan Tamiang Hulu.
Lalu, berapa sebenarnya angka korban? Data terbaru dari Pusdatin BNPB mencatat 42 orang meninggal di Aceh Tamiang. Tidak ada korban hilang, sementara yang terluka dilaporkan tiga orang. Banjir bandang itu juga merusak satu jembatan.
Jelas, angka resmi ini jauh lebih rendah dari isu yang sempat beredar luas dan membuat resah masyarakat.
Artikel Terkait
Kakek 61 Tahun Tega Cekik Selingkuhan hingga Tewas di Hotel Batu Bara karena Ditolak Berhubungan Badan
Hakim Vonis Hary Tanoe Bayar Ganti Rugi Rp531 Miliar ke CMNP
KPK Imbau Biro Haji Lain Kembalikan Uang Korupsi Kuota Haji
Israel Siap Lanjutkan Perang Lawan Iran, Tunggu Lampu Hijau dari AS