Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, jadi lokasi pertama Menteri UMKM Maman Abdurrahman melihat langsung dampak bencana. Kunjungan kerjanya hari ini bukan sekadar seremonial. Dari sana, dia menyampaikan langkah konkret pemerintah pusat. Intinya, bakal ada pemetaan menyeluruh terhadap kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tiga provinsi yang kena musibah: Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
“Tanpa peta yang jelas, kita bisa salah arah,” kira-kira begitu prinsipnya. Pemetaan itu akan jadi fondasi. Tujuannya sederhana tapi krusial: tahu berapa jumlah yang terdampak, seberapa parah, dan bantuan seperti apa yang paling mereka butuhkan.
Rencananya, pekan depan akan digelar rapat koordinasi. Maman akan duduk bersama bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat, terutama yang punya portofolio di ketiga provinsi itu.
“Data harus akurat. Baru setelah itu langkah penanganan bisa kita jalankan dengan tepat dan cepat,” tegas Maman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, penanganannya nggak bisa seragam. Diperlukan zonasi berdasarkan tingkat keparahan dampak di tiap wilayah. Soalnya, tingkat kelumpuhan usahanya pasti beda-beda. Satu daerah mungkin masih bisa beroperasi separuh, daerah lain hancur total.
Di sisi lain, Maman menegaskan bahwa skema pemulihan ini tak bisa hanya dibebankan ke pemerintah daerah atau bank. Perlu ada kebijakan nasional yang jadi payung. Kebijakan itu harus memberi kepastian dan ruang gerak bagi semua pihak yang terlibat di lapangan.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Tegaskan Tak Gelar Open House Lebaran 2026
BCL Sibuk Masak Rendang 25 Kg dan Kue Cokelat untuk Tradisi Lebaran
Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia Rayakan Lebaran di Papua, Waketum Pimpin Salat Id di Kantor DPP
SBY Pimpin Salat Id di Cikeas, Dihadiri AHY dan Sejumlah Tokoh