Di sisi lain, persoalan dunia tak cuma soal alam. Konflik geopolitik di berbagai penjuru, mulai dari Timur Tengah, Semenanjung Korea, hingga perang yang tak kunjung reda antara Rusia dan Ukraina, juga jadi perhatian. Puan mendorong adanya solusi damai yang permanen untuk semua itu.
"Kami yakin solusi damai yang permanen hanya dapat terwujud melalui kerja sama internasional," tegasnya.
Nah, dalam konteks kerja sama internasional inilah hubungan Indonesia-China mencuat. Puan menyebut, hubungan bilateral yang sudah terjalin selama 75 tahun ini adalah pondasi yang kuat. China disebutnya sebagai mitra strategis Indonesia di panggung global.
Kerja sama kedua negara memang terus bergulir. Berbagai pertemuan tingkat tinggi telah digelar. Puan bahkan menyebut kunjungan khusus Presiden Prabowo ke Beijing pada September lalu, dalam rangka memperingati 80 tahun kemenangan rakyat Tiongkok.
Tak ketinggalan, kerja sama di bidang ekonomi juga sudah banyak disepakati. Puan berharap kolaborasi yang konstruktif ini terus berkembang. Bukan hanya untuk kemajuan dan kesejahteraan kedua negara, tapi juga bisa memberi kontribusi nyata bagi negara-negara berkembang lainnya, atau yang sering disebut sebagai Global South.
"Saya berharap Indonesia dan Tiongkok dapat terus membangun dan mengembangkan kerja sama yang konstruktif untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara. Sekaligus turut berkontribusi untuk kemajuan ekonomi negara-negara berkembang atau Global South," pungkasnya.
Artikel Terkait
Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung
Proyek Lomba Santri Picu Kebakaran Gudang Rp 200 Juta di Pesantren Bogor
Tim SAR Bertahan di Puncak Bulusaraung, Evakuasi Korban Pesawat Terhambat Cuaca Ekstrem
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin