Di sisi lain, Jenderal bintang empat ini punya pandangan khusus tentang posisi buruh. Ia melihat mereka bukan sekadar tenaga kerja, melainkan garda terdepan penggerak ekonomi bangsa. Kontribusi mereka, dalam pandangannya, sangat vital bagi pertumbuhan nasional.
"Saya selalu sampaikan kepada teman-teman buruh, bahwa rekan-rekan adalah pahlawan-pahlawan devisa. Sehingga tentunya, buruh harus terus tetap dijaga, terus tetap dirawat," kata Sigit.
Ia lalu melanjutkan dengan kalimat yang cukup menggambarkan filosofinya: "Buruh sejahtera, maka Indonesia dan negara akan menjadi maju, demikian sebaliknya."
Namun begitu, ada catatan penting. Sigit menekankan bahwa iklim investasi tetap harus dijaga kondusif. Aspirasi buruh boleh disampaikan, tapi tetap dalam koridor yang tertib. Semuanya harus berjalan seimbang.
Artikel Terkait
Trump Guncang Sekutu NATO dengan Ancaman Tarif 25% demi Greenland
Motor Tercebur di Kali Cileungsi, Pengendara Selamat Berkat Lompatan Cepat
Menteri KKP Konfirmasi Tiga Stafnya Ada di Pesawat yang Diduga Jatuh di Maros
Menteri Trenggono Berduka, Tiga Staf KKP Jadi Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak di Maros