Di sisi lain, Jenderal bintang empat ini punya pandangan khusus tentang posisi buruh. Ia melihat mereka bukan sekadar tenaga kerja, melainkan garda terdepan penggerak ekonomi bangsa. Kontribusi mereka, dalam pandangannya, sangat vital bagi pertumbuhan nasional.
"Saya selalu sampaikan kepada teman-teman buruh, bahwa rekan-rekan adalah pahlawan-pahlawan devisa. Sehingga tentunya, buruh harus terus tetap dijaga, terus tetap dirawat," kata Sigit.
Ia lalu melanjutkan dengan kalimat yang cukup menggambarkan filosofinya: "Buruh sejahtera, maka Indonesia dan negara akan menjadi maju, demikian sebaliknya."
Namun begitu, ada catatan penting. Sigit menekankan bahwa iklim investasi tetap harus dijaga kondusif. Aspirasi buruh boleh disampaikan, tapi tetap dalam koridor yang tertib. Semuanya harus berjalan seimbang.
Artikel Terkait
OJK dan Bareskrim Geledah PT MASI Usut Dugaan Manipulasi IPO
Sistem Pertahanan NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Menuju Wilayah Udara Turki
Imigrasi Bogor Tangkap 13 WN Jepang Diduga Pelaku Penipuan Online
Harga Sembako Mulai Merangkak Naik di Pasar Tangerang Jelang Lebaran