Tak berhenti di situ, Dedi segera berjanji akan berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara. Tujuannya jelas: memastikan bantuan yang tepat sesuai laporan dari lapangan bisa segera dikirimkan. Sebelumnya, ia juga sempat menemui kapolres dan kapolsek setempat untuk mendengar langsung keluhan mereka.
Pertemuannya dengan para petugas di garis depan justru mengungkap fakta lain yang tak kalah memilukan. "Terima kasih telah menjaga warga. Kalian gimana? Apa kebutuhan kalian? Baju gimana?" tanya Dedi kepada para polisi itu.
Jawaban yang datang ternyata sangat sederhana, namun menggambarkan betapa berat situasi yang mereka hadapi.
"Kami baju sisa yang menempel di badan, Jenderal," ujar Kapolres, mewakili anggotanya yang juga mengalami hal serupa. Rupanya, mereka pun terjebak dalam krisis yang sama dengan warga yang mereka evakuasi.
Merespons hal itu, Komjen Dedi langsung mengambil langkah konkret. Ia berjanji akan mengirimkan 600 setel pakaian dinas lapangan untuk Polres Aceh Tamiang. Tak lupa, ia juga memerintahkan agar kendaraan taktis water treatment milik Brimob segera digeser ke lokasi bencana. Upaya penyediaan air bersih, tampaknya, jadi perhatian berikutnya yang tak bisa ditunda.
Artikel Terkait
Bocah 7 Tahun Terseret Arus Ditemukan Meninggal di Sungai Bendo Mongal Kediri
Pemudik Motor di Bekasi Antisipasi Perjalanan Molor Hingga 16 Jam
Menteri Sekretaris Negara Minta Maaf Atas Kemacetan Parah di Pelabuhan Gilimanuk
TNI Gelar Penyelidikan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Kasus Andrie Yunus