Wakapolri Pimpin Apel Ojol di Lampung, Awali dengan Doa untuk Korban Bencana Sumatera

- Rabu, 03 Desember 2025 | 15:45 WIB
Wakapolri Pimpin Apel Ojol di Lampung, Awali dengan Doa untuk Korban Bencana Sumatera

Bandar Lampung, Rabu siang itu, cuaca tampak mendung. Di halaman Polda Lampung, ratusan pengendara ojek online berkumpul untuk apel Kamtibmas. Yang memimpin acara bukan orang sembarangan, melainkan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sendiri. Tapi, sebelum acara resmi dimulai, suasana hening sejenak.

Dedi Prasetyo mengajak semua yang hadir untuk mengheningkan cipta. Bencana di Sumatera masih menyisakan duka yang dalam.

"Sebelum memulai sambutan, saya mewakili keluarga besar Polri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," ucap Komjen Dedi.

Suaranya terdengar berat. Dia lalu meminta semua orang menundukkan kepala sejenak.

"Mari kita panjatkan doa agar mereka diberikan kekuatan dan ketabahan," lanjutnya.

Apel itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Lampung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal hadir, begitu pula Ketua DPRD Ahmad Giri Akbar dan jajaran Forkopimda. Tampak juga Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen Kristomei Sianturi, Danlanal Kolonel Laut Krido Satriyo, serta Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf. Mereka semua berdiri berdampingan dengan perwakilan komunitas ojol.

Duka dari Sumatera itu nyata dan angkanya terus bergerak. Menurut data terbaru dari BNPB yang dirilis Rabu sore, 3 Desember 2025, korban jiwa sudah mencapai 807 orang. Data yang dilihat sekitar pukul tiga lewat sedikit itu juga mencatat 647 orang masih dinyatakan hilang. Korban luka-luka tidak sedikit, mencapai 2.600 jiwa.

Gelombang pengungsian pun makin besar. Lebih dari 582.500 warga terpaksa mengungsi, tersebar di tiga provinsi tersebut. Kerusakan infrastrukturnya juga masif.

Bayangkan, hampir tiga ratus jembatan putus atau rusak. Tempat ibadah yang rusak ada 132 bangunan, ditambah 9 fasilitas kesehatan yang tak bisa beroperasi. Kerusakan rumah warga pun mengerikan: ribuan unit rusak berat, ribuan lainnya rusak sedang dan ringan. Angkanya mencapai lebih dari sepuluh ribu rumah.

Di tengah data-data pilu itulah, apel ojol Kamtibmas di Lampung berlangsung. Sebuah pengingat bahwa di tempat lain, kehidupan harus terus berjalan sambil mengingat mereka yang sedang berduka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar