Jaringan narkoba internasional kembali digulung. Kali ini, sorotan tertuju pada Dewi Astutik, atau yang dikenal sebagai Paryatin (PA), yang baru saja ditangkap di Kamboja awal pekan ini. Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), perempuan WNI ini diduga kuat menjadi bagian dari sindikat yang menjangkau beberapa benua.
“Paryatin sementara merupakan jaringan Kamboja-Nigeria-Brasil, jadi belum terkonfirmasi sebagai rekan Fredy Pratama,” jelas Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, saat berbincang dengan awak media, Rabu (3/12).
Dia menegaskan, meski belum bisa dipastikan koneksinya dengan gembong Fredy Pratama, operasi Dewi Astutik terbilang luas dan rapi. Modusnya? Merekrut WNI yang tengah menganggur di Kamboja.
“Sementaram berdasarkan pendalaman, Paryatin khusus merekrut WNI yang jobless di Kamboja serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung,” terang Suyudi.
Mereka yang direkrut lalu disebar sebagai kurir ke berbagai negara. Jaringannya sendiri diketahui mengedarkan barang haram itu ke sejumlah titik, mulai dari Indonesia, Laos, hingga Hong Kong, Korea, Brasil, dan Ethiopia.
Penangkapan Dewi Astutik terjadi Senin (1/12) lalu. Kabar baiknya, proses penangkapan di Kamboja itu berjalan mulus, tanpa ada perlawanan sedikit pun dari tersangka.
Namun begitu, petugas mengakui bahwa melacak pergerakan wanita ini bukan perkara mudah. Suyudi menyebutnya sebagai salah satu pengendali narkoba dari kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) yang kerap berpindah-pindah negara.
“Tentunya, kesulitannya karena yang bersangkutan ini satu, dia adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara satu ke negara lain,” ujarnya dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/12).
Tak heran, nama Dewi Astutik sudah masuk dalam red notice Interpol sejak Oktober 2024 lalu. Dia juga tercatat sebagai buronan pemerintah Korea Selatan. Perburuan terhadap jaringan besutannya masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Pemda DIY: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
Kebakaran Gudang PT. Lucky di Tangerang Hanguskan Isi Makanan Kucing dan Perabot, Kerugian Capai Rp 10 Miliar
Anggota TNI Dianiaya di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Pukul Anak
Jemaah Haji Indonesia Diimbau Jaga Kaki dari Lecet dan Panas, Petugas Siapkan Gelar Identitas Antisipasi Tersesat