Di sisi lain, upaya pendampingan juga tak kalah penting. Tiga tim khusus dikerahkan ke tiga provinsi terdampak. Yang menarik, Kemenkes juga memasang akses internet Starlink. Langkah ini untuk menjaga komunikasi di daerah yang infrastrukturnya lumpuh total.
Layanan kesehatan yang disiapkan pun cukup komprehensif, mulai dari umum hingga dukungan psikologis. Beberapa rumah sakit besar, seperti RSUD Adam Malik dan RSCM, sudah ditetapkan sebagai rujukan. Tenaga medis spesialis dari emergensi hingga orthopedi juga telah diterjunkan untuk memastikan layanan tetap optimal.
Sebelumnya, kondisi di lokasi memang memprihatinkan. Saiful Amri, Keuchik Lhok Nga di Bireuen, sudah mengangkat suara.
Pengungsi yang berasal dari beberapa desa seperti Lhoknga dan Blang Panjoe itu harus tinggal di dalam masjid yang terbuka. Dapur umum ada di belakang, namun listrik padam membuat pasokan air bersih terhambat. Kebutuhan spesifik seperti susu untuk balita pun disebut masih sangat minim.
Jelas, tantangan di lapangan masih besar. Namun dengan tambahan bantuan dan personel ini, diharapkan beban para pengungsi bisa sedikit terangkat.
Artikel Terkait
Imigrasi Bocorkan Biaya Paspor Baru hingga Denda Kalau Hilang
Rahasia di Balik Angka NIK dan Cara Dapatkan KTP Sebelum 17 Tahun
Dapur Ambruk Usai Tanah Bergerak di Bogor, Satu Keluarga Terdampak
Subuh di Rumpin Berakhir dengan Penggerebekan Sarang Pengoplosan Gas