Operasi gabungan yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan BAIS akhirnya membuahkan hasil. Mereka berhasil meringkus seorang buronan besar: Dewi Astutik alias PA (43). Perempuan ini dicari-cari terkait kasus penyelundupan sabu yang skalanya luar biasa dua ton, dengan nilai mencapai Rp 5 triliun.
Yang menarik, ternyata status buron Dewi Astutik tak cuma di dalam negeri. Menurut BNN, dia juga masuk daftar buronan pemerintah Korea Selatan. Fakta ini menguak perannya yang jauh lebih kompleks dari yang diduga.
"Dewi Astutik ini merupakan rekrutor dari jaringan perdagangan narkotika Asia-Afrika dan juga jadi DPO dari negara Korea Selatan,"
Demikian penjelasan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers, Selasa (2/12/2025). Suyudi menekankan bahwa penangkapan ini adalah pukulan telak bagi sindikat narkoba internasional.
Dia menyebut, dengan disita dua ton sabu itu, sekitar 8 juta jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman bahaya narkotika. Angka yang fantastis, sekaligus mengerikan.
Di sisi lain, pengungkapan ini juga menyoroti fakta mencengangkan. Ternyata, ada nama-nama asal Indonesia yang mendominasi jaringan gelap di kawasan Golden Triangle, pusat perdagangan narkoba dunia. Selain Dewi Astutik yang punya alias Kak Jinda atau Dinda sosok utama lainnya adalah Fredy Pratama.
"Berdasarkan hasil analisa terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle yakni Fredy Pratama dan Dewi Astutik alias Kak Jinda alias Dinda ini,"
ucap Suyudi lagi.
Soal Fredy Pratama, kabarnya dia masih aktif mengendalikan sindikatnya dari luar negeri. Buron sejak 2014, dia terus jadi target buruan utama. Untuk mengejarnya, Polri bahkan membentuk Tim Khusus Escobar Indonesia. Operasi pemburuan masih terus berlangsung, dan penangkapan Dewi Astutik mungkin baru babak pertama.
Semua ini menunjukkan betapa rumit dan globalnya jaringan kejahatan narkoba saat ini. Dan sayangnya, beberapa aktor utamanya justru berasal dari Indonesia.
Artikel Terkait
Pemkot Semarang Targetkan Perwal BOP Rp25 Juta per RT Rampung dalam Tiga Pekan
Iran Buka Kembali Wilayah Udara Secara Bertahap Usai Konflik
Iran Buka Kembali Penerbangan Internasional, Dimulai dari Bandara Mashhad
Iran Buka Kembali Wilayah Udara Secara Bertahap Usai Konflik Mereda