Begitu penjelasan Basarin di Medan, seperti yang dilaporkan.
Dia melanjutkan, meski menggunakan jalur udara, tidak semua lokasi punya tempat pendaratan yang memadai. Helipad tak tersedia di setiap desa. Nah, di sinilah metode "dropping" atau menjatuhkan barang dari udara menjadi pilihan terakhir yang terpaksa diambil.
Jadi, meski terlihat tidak ideal dan memicu kritik, cara tersebut dinilai sebagai jalan keluar darurat untuk mengatasi keterisolasian dan memastikan bantuan sampai, walau dalam kondisi yang mungkin tak lagi sempurna.
Artikel Terkait
Menteri KKP Konfirmasi Tiga Stafnya Ada di Pesawat yang Diduga Jatuh di Maros
Menteri Trenggono Berduka, Tiga Staf KKP Jadi Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak di Maros
Serpihan Diduga Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Lereng Bulusaraung
Polres Kampar Gerebek Tambang Galian C Ilegal di Tapung, Tiga Orang Diamankan