Pengalamannya mengurus dokumen keimigrasian cukup panjang. Menurutnya, pelayanan Ditjenim telah berubah drastis. Dulu, semuanya serba offline dan berbelit. Sekarang? Lia merasakan kemudahan yang signifikan.
"Sekarang ini sistem di imigrasi sendiri sangat mudah untuk diakses, baik online maupun offline," ungkapnya. "Semua petugasnya juga sangat komunikatif. Jadi, kami selaku pengguna atau masyarakat itu sangat terbantu."
Dia melanjutkan, perbandingannya terasa jelas. Proses yang dulu mengharuskan semua dokumen fisik disiapkan, kini bisa dimulai dari mana saja secara online. "Itu sangat membantu sekali," tambah Lia.
Dari dua cerita itu, terasa sekali bagaimana kehadiran layanan di kampus bukan sekadar simbolis. Ini benar-benar menjawab kebutuhan nyata. Baik bagi mahasiswa seperti Amel yang sedang buru-buru, maupun bagi profesional seperti Lia yang membutuhkan efisiensi waktu. Sebuah langkah kecil yang dampaknya langsung terasa.
Artikel Terkait
Viral Penutupan Exit Tol Rawa Buaya, Dishub DKI: Itu Langkah Resmi Atasi Macet
Komisi III Buka Pembahasan Dua RUU Krusial dengan Dengar Pendapat Ahli
Arcandra Apresiasi Kemensos, Kolaborasi Pusat-Daerah Jadi Kunci Wujudkan Sekolah Rakyat
Pak Ogah Masih Beraksi, Warga Tol Rawa Buaya Minta Dishub Turun Tangan