Pengalamannya mengurus dokumen keimigrasian cukup panjang. Menurutnya, pelayanan Ditjenim telah berubah drastis. Dulu, semuanya serba offline dan berbelit. Sekarang? Lia merasakan kemudahan yang signifikan.
"Sekarang ini sistem di imigrasi sendiri sangat mudah untuk diakses, baik online maupun offline," ungkapnya. "Semua petugasnya juga sangat komunikatif. Jadi, kami selaku pengguna atau masyarakat itu sangat terbantu."
Dia melanjutkan, perbandingannya terasa jelas. Proses yang dulu mengharuskan semua dokumen fisik disiapkan, kini bisa dimulai dari mana saja secara online. "Itu sangat membantu sekali," tambah Lia.
Dari dua cerita itu, terasa sekali bagaimana kehadiran layanan di kampus bukan sekadar simbolis. Ini benar-benar menjawab kebutuhan nyata. Baik bagi mahasiswa seperti Amel yang sedang buru-buru, maupun bagi profesional seperti Lia yang membutuhkan efisiensi waktu. Sebuah langkah kecil yang dampaknya langsung terasa.
Artikel Terkait
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan
Hillcon Masuk Papan Pemantauan Khusus Tahap II, Saham Anjlok 77% dalam Sebulan
Pemerintah Kalsel Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran Meski Harga Naik
Istri Pengusaha Ternama Tewas dalam Kecelakaan Moge di Kulon Progo