Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tak bisa terima serangan drone yang menargetkan kapal tanker di perairan Laut Hitam. Menurutnya, aksi yang diklaim Ukraina ini adalah sebuah eskalasi yang bikin khawatir.
Ledakan mengguncang dua kapal, Virat dan Kairos, di lepas pantai Turki pada Jumat malam lalu. Kementerian Perhubungan Turki melaporkan, Virat bahkan kembali diserang pada Sabtu dini hari. Kejadian ini langsung jadi sorotan.
Nah, di sisi lain, sebuah sumber keamanan Ukraina ngaku bertanggung jawab. Saat dikonfirmasi AFP, sumber itu bilang kedua kapal itu diam-diam mengangkut minyak Rusia yang melanggar sanksi Barat. Minyak itu, ya, terkait invasi Kremlin ke Ukraina.
"Kami tidak dapat menerima serangan ini," tegas Erdogan.
Dia menilai aksi itu mengancam keselamatan navigasi, lingkungan, bahkan nyawa di zona ekonomi eksklusif mereka. "Konflik antara Rusia dan Ukraina jelas telah mencapai tahap yang mengancam keselamatan navigasi di Laut Hitam," tambahnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Melonjak Tajam Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Gubernur Jateng Tinjau Gerakan Pangan Murah di Grobogan Jelang Lebaran 2026
Menko Pangan Tegaskan Impor Beras AS 1.000 Ton Hanya untuk Kebutuhan Khusus
Dua Pekerja Gondola Terjebak Badai di Surabaya, Satu Tewas