Kemendagri Siagakan Sektor Kritis Jelang Nataru Usai Dua Bencana Besar

- Senin, 01 Desember 2025 | 09:50 WIB
Kemendagri Siagakan Sektor Kritis Jelang Nataru Usai Dua Bencana Besar
Rapat Koordinasi Kemendagri

Di hari pertama bulan Desember, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi tuan rumah sebuah rapat koordinasi yang cukup penting. Agenda utamanya? Membahas langkah antisipasi bencana alam dan menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru.

Ruang rapat itu dipenuhi oleh sejumlah pejabat kunci. Hadir langsung Mendagri Tito Karnavian, Menkes Budi Gunadi Sadikin, hingga Kepala Basarnas Mohammad Syafii. Tak ketinggalan, Wamenko Polkam Lodewijk F Paulus, Wakil Kepala BIN Komjen Imam Sugianto, dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani juga turut meramaikan. Sementara dari layar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana serta perwakilan BNPB dan Pertamina ikut menyimak secara virtual.

"Tujuannya adalah untuk mengantisipasi 2 hal. Ini hari pertama di bulan Desember, yang pertama mengantisipasi bencana,"

Demikian Tito Karnavian membuka rapat pada Senin (1/12/2025) itu. Ia langsung menekankan urgensi dari pertemuan tersebut.

Menurutnya, dalam dua pekan terakhir saja, Indonesia sudah diguncang dua bencana besar. Satu di Jawa Tengah, dan satu lagi melanda kawasan utara Sumatera.

"Total sudah ada dua bencana besar terjadi dalam periode dua minggu ini, pertama di Jawa tengah banjir bandang dan longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Kemudian yang kedua adalah yang skalanya luas di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,"

jelasnya lebih lanjut, merinci wilayah-wilayah yang terdampak.

Di sisi lain, momen akhir tahun atau Nataru juga jadi perhatian serius. Tito menyebut bahwa persiapan harus benar-benar matang, terutama di sektor transportasi. Mobilitas masyarakat yang melonjak entah untuk mudik, liburan, atau merayakan Natal harus bisa diakomodir dengan lancar dan aman.

"Di mana momen Nataru ini yang penting adalah satu alat sistem transportasi, baik darat, laut, maupun udara, karena mobilitas masyarakat akan tinggi. Baik untuk merayakan natal, liburan pulang kampung, atau liburan ke tempat wisata,"

ucap dia.

Tak cuma soal transportasi, ada hal lain yang juga mengkhawatirkan: kenaikan harga bahan pangan. Tito memperkirakan, permintaan yang melonjak akibat belanja untuk pesta dan syukuran bisa memicu inflasi. Karena itulah, stakeholder di bidang kesiapan pangan turut diundang dalam rapat ini.

"Untuk itu kita mengundang stakeholder di bidang kesiapan pangan,"

katanya singkat.

Aspek keamanan pun tak luput dari pembahasan. Tito dengan tegas menyatakan keinginannya agar tidak ada insiden yang merenggut korban jiwa saat perayaan. Ia bahkan menyebut contoh nyata yang tidak ingin terulang: tragedi Halloween di Seoul, Korea, beberapa tahun silam.

"Kemudian tentu ada dimensi keamanan, baik lalu lintas maupun yang berhubungan dengan bencana alam, tempat wisata ombaknya besar, kemudian udara buruk misalnya, juga kepadatan di titik-titik tahun baru seperti di Jakarta di Ancol, dan lain-lain. Kita tidak ingin terjadi peristiwa seperti di Seoul Korea pada saat terjadi Haloween beberapa tahun lalu, itu tidak diamankan dengan baik, tidak diantisipasi dengan baik,"

tegas Tito, menutup penjelasannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar