Jakarta Dikepung Macet Parah, Kecelakaan di JORR dan Japek Perparah Arus Lalin

- Senin, 01 Desember 2025 | 07:40 WIB
Jakarta Dikepung Macet Parah, Kecelakaan di JORR dan Japek Perparah Arus Lalin
Update Lalu Lintas

Pagi ini, suasana di beberapa ruas tol menuju Jakarta terasa begitu sesak. Kemacetan terjadi di sejumlah titik, dan salah satu yang paling parah adalah di ruas Tol JORR W2S.

Melalui unggahan di akun X-nya, Jasamarga mengonfirmasi hal ini.

"Pondok Ranji-Bintaro padat, kepadatan volume lalin,"

tulis mereka, Senin pagi ini.

Kondisi di Tol Japek

Tak cuma JORR, Tol Japek arah Jakarta juga mengalami kepadatan parah. Penyebabnya ternyata sebuah insiden: sebuah kendaraan terbalik di jalan.

Jasa Marga menjelaskan,

"Tol Japek Jatibening KM 09-Jatiwaringin KM 05 padat, ada kecelakaan kendaraan terbalik di lajur 1/kiri, petugas menuju lokasi."

Kejadian ini jelas memperparah lalu lintas yang sudah padat sejak tadi.

Kemacetan Merambat ke Tol Janger

Sementara itu, di sisi lain ibu kota, Tol Janger juga tak kalah macet. Volume kendaraan yang tinggi ditambah lagi dengan insiden kecelakaan membuat laju kendaraan tersendat jauh.

Ruas Tangerang-Karang Tengah dan Kembangan-Kedoya disebut-sebut sebagai titik terpadat.

Untuk mengurai kemacetan yang sudah mengular, petugas pun mengambil langkah. Mereka memberlakukan contraflow di sekitar Kebon Jeruk KM 03 400, tepatnya setelah underpass Tomang.

"Diberlakukan lajur contraflow/kanan, harap tertib di antrean,"

imbuhnya. Pengendara diharapkan bisa bersabar dan mengikuti arahan.

Tol Dalam Kota Ikut Terimbas

Bagaimana dengan tol dalam kota? Kondisinya tak jauh berbeda. Lalu lintas di ruas Cawang hingga Tebet dan Kuningan menuju Semanggi juga dilaporkan padat merayap.

Penyebabnya klasik: volume kendaraan yang begitu tinggi di pagi hari. Rupanya, hampir seluruh gerbang masuk ibu kota pagi ini dipenuhi oleh lautan kendaraan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar