“Jadikan Indonesia bukan hanya lokasi syuting, tetapi sumber imajinasi yang tak pernah padam,” terangnya. “Kita ingin melihat nama-nama baru Indonesia tampil lebih kuat di panggung Asia, bahkan dunia.”
Visi besar Indonesia Emas 2045 juga ia singgung. Di sana, sektor ekonomi kreatif dinilainya punya posisi strategis sebagai penopang masa depan. Penguatan industri film, dengan demikian, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari agenda nasional.
Sebagai penutup, Sultan menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang sudah mendorong Danantara untuk membangun Bioskop di semua Kabupaten/Kota se-Indonesia,” tutupnya.
Kebijakan itu, katanya, adalah angin segar. Bukan cuma bagi masyarakat dan pemerintah daerah, tapi juga bagi seluruh pelaku industri perfilman tanah air.
Acara JAFF MARKET 2025 sendiri dihadiri puluhan pelaku perfilman asing dan insan industri kreatif nasional, menandai semangat kolaborasi yang ia gaungkan.
Artikel Terkait
Warga Cibinong Amankan Pencuri Emas yang Beraksi dengan Modus Pura-Pura Beli
Denmark Perkuat Militer di Greenland, Antisipasi Ambisi Trump di Arktik
Jantung Gelap Myanmar: Junta Gerebek Pabrik Narkoba Raksasa di Tengah Hutan
Ratusan Pil Ilegal Digagalkan, Pelaku 23 Tahun Diamankan di Batuceper