Lebih dari Rp 20 miliar telah disalurkan BNPB. Dana itu bukan untuk perbaikan rumah, melainkan kompensasi tunai bagi para korban bencana di Sumatera yang menolak tawaran hunian dari pemerintah. Mereka memilih bertahan di rumah keluarga sendiri.
Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, jumlah orang yang menolak hunian itu mencapai 11.414 jiwa. Karena pilihan itulah, bantuan diberikan dalam bentuk uang.
"Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000,"
ungkap Suharyanto dalam sebuah rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis lalu.
Dana sebesar itu, rincinya, mulai mengalir sejak dua hari sebelum rapat digelar. Besarannya, setiap kepala keluarga menerima Rp 600 ribu per bulan. "Per kepala keluarga mendapat anggaran per bulan Rp 600.000 kali 3 bulan, Bapak. Desember, Januari, Februari, sudah tersalur sebesar 11.414 orang," jelasnya lebih lanjut.
Artikel Terkait
Korban Tewas Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 1.154 Jiwa, 165 Masih Hilang
Ragunan Ramai di Hari Pertama 2026, Keluarga Berbondong Kenalkan Satwa pada Anak
ManTab dan Susutnya Kelas Menengah: Ketika Tabungan Habis untuk Bertahan Hidup
Guru Mengaji di Jeneponto Cabuli Enam Santriwati, Pelaku Ditahan