Di tengah riuh pameran JAFF MARKET 2025 di Jogja Expo Centre, Sabtu lalu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan optimisme yang kuat. Baginya, industri film bukan sekadar tontonan. Ia melihatnya sebagai jembatan nyata yang menghubungkan kreativitas dengan penguatan ekonomi di daerah-daerah.
“DPD RI memandang bahwa industri film adalah jembatan yang menghubungkan kreativitas dengan ekonomi daerah,” ujarnya dalam sebuah pernyataan tertulis pada Minggu (30/11/2025).
Ia lantas menegaskan keyakinannya dengan kalimat berbahasa Inggris, “Because of that I believe that: When the national film industry advances, the regional economy will also advance.”
Menurut Sultan, setiap karya film narasi, gambar, dan cerita yang lahir pada akhirnya memberi kontribusi riil bagi ekosistem ekonomi kreatif lokal. Modal Indonesia, katanya, tak pernah habis: keragaman budaya, alam yang memesona, dan keunikan masyarakatnya.
“Ini adalah langkah konkret menuju kolaborasi lintas daerah,” tegasnya. “Kolaborasi yang menjaga keseimbangan antara idealisme seni dan keberlanjutan industri.”
Di sisi lain, Sultan mendorong para pembuat film dan content creator untuk terus melahirkan karya dengan perspektif baru. Karya yang tak hanya lokal, tapi siap bersaing di tingkat regional bahkan global.
Artikel Terkait
Gus Yahya: Indonesia Harus Manfaatkan Keanggotaan di Badan Perdamaian untuk Redakan Timur Tengah
Presiden Azerbaijan Tuduh Iran Lakukan Aksi Teror Usai Serangan Drone
Penerimaan Pajak Melonjak di Awal 2026, Ekonom Soroti Hasil Reformasi
Kim Jong Un Tinjau Uji Rudal Kapal Perang, Sebut Kemajuan Senjata Nuklir Angkatan Laut