Alasan yang dikemukakan pun cukup mengejutkan. Menurut para pelajar, mereka sedang dalam perjalanan untuk merayakan Hari Guru. Itu klaim mereka.
Namun begitu, polisi menduga ada yang disembunyikan. Ada indikasi kuat bahwa para pelajar itu membawa senjata tajam, yang kemudian dibuang ke dalam Setu Tonjong untuk menghilangkan barang bukti. Inilah yang membuat polisi curiga niat sebenarnya bukan sekadar konvoi perayaan.
Karena tidak ditemukan senjata tajam pada mereka, ke-44 pelajar tersebut akhirnya dipulangkan. Meski begitu, peringatan keras tetap diberikan. Aksi yang berpotensi tawuran ini tentu saja mengganggu ketenteraman warga setempat.
Artikel Terkait
All In Rp23 Miliar, Utang Pajak Rp75 Miliar Anjlok Drastis
PSI Gelar Rakernas di Makassar, Janjikan Kejutan Tokoh Baru
Dua Menteri Pimpin MES, Ekonomi Syariah Siap Melesat?
Ekskavator Dikirim Andre Rosiade untuk Tangani Longsor di Maninjau