Alasan yang dikemukakan pun cukup mengejutkan. Menurut para pelajar, mereka sedang dalam perjalanan untuk merayakan Hari Guru. Itu klaim mereka.
Namun begitu, polisi menduga ada yang disembunyikan. Ada indikasi kuat bahwa para pelajar itu membawa senjata tajam, yang kemudian dibuang ke dalam Setu Tonjong untuk menghilangkan barang bukti. Inilah yang membuat polisi curiga niat sebenarnya bukan sekadar konvoi perayaan.
Karena tidak ditemukan senjata tajam pada mereka, ke-44 pelajar tersebut akhirnya dipulangkan. Meski begitu, peringatan keras tetap diberikan. Aksi yang berpotensi tawuran ini tentu saja mengganggu ketenteraman warga setempat.
Artikel Terkait
Ayah dan Anak di Cengkareng Jadi Tersangka Penganiayaan Tetangga Gara-gara Suara Drum
Kuasa Hukum Bantah Unsur Korupsi di Sidang Plaza Klaten, Soroti Peningkatan PAD
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Menanti Sembilan Terdakwa Hari Ini
Polisi Tangkap Debt Collector Diduga Penusuk Advokat di Semarang