"Kalau sekarang kan hanya menjadi bahasa Indonesia. Nah, untuk memastikan bahwa sastra diajarkan, mungkin bisa diusulkan namanya nanti pelajaran bahasa dan sastra Indonesia," jelasnya.
Dia berharap dengan perubahan nama ini, ranah sastra bisa lebih terintegrasi dan mendapatkan tempat yang jelas dalam kurikulum. Mu'ti menegaskan bahwa usulan ini masih sangat awal.
"Mungkin bisa begitu, untuk memastikan bahwa sastra termasuk di dalam pembelajaran bahasa Indonesia," tambahnya.
Di sisi lain, posisi Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib sudah tak diragukan lagi. Menariknya, pihak Kementerian ternyata telah menerima banyak masukan dari berbagai pihak mengenai bagaimana seharusnya pembelajaran bahasa ini diselenggarakan.
"Banyak sekali yang memang menyampaikan saran. Kalau bahasa Indonesia kan mata pelajaran wajib, sudah ada kan sekarang ini," tuturnya menandaskan.
Artikel Terkait
Kombes Rita Wulandari Pimpin Satuan Baru Polda Metro Jaya untuk Lindungi Perempuan dan Anak
Gus Ipul Buka Suara: Inisiatif Sekolah Rakyat Berawal dari Ide Prabowo
Kejutan Empat Novel untuk Prabowo di Tengah Peresmian 166 Sekolah Rakyat
Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat, Sapa Siswa hingga Cek Makan Bergizi