Tulang Rahang Ditemukan di Bawah Jembatan, Petunjuk Baru Nasib Alvaro

- Rabu, 26 November 2025 | 13:55 WIB
Tulang Rahang Ditemukan di Bawah Jembatan, Petunjuk Baru Nasib Alvaro

Hari ini, di bawah jembatan Cilalay, Tenjo, suasana tampak tegang. Polisi kembali melakukan penyisiran untuk menemukan kerangka Alvaro Kiano Nugroho, bocah enam tahun yang hilang sejak Maret lalu. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit bagi tim untuk menemukan sesuatu yang diduga kuat adalah tulang rahang.

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, yang berada di lokasi, membenarkan temuan itu.

"Iya, diduga rahang bawah ya," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Lokasi penemuannya cukup tersembunyi. Tulang itu ditemukan di antara tumpukan sampah yang menumpuk di bawah jembatan, persis di dekat sebuah pohon kecil. Dengan hati-hati, petugas memungutnya dan memasukkannya ke dalam kantong plastik sebagai barang bukti.

Untuk membantu pencarian, polisi menurunkan anjing pelacak (K9). Binatang itu terlihat aktif menyusuri area, hidungnya tak berhenti mencium-cium tumpukan sampah yang berserakan.

Kisah pilu Alvaro bermula delapan bulan lalu. Dia dilaporkan hilang pada 6 Maret 2025. Yang membuatnya makin menyayat hati, pelaku penculikan dan pembunuhannya adalah ayah tirinya sendiri, yang berinisial AI. Motifnya didasari rasa cemburu buta, dengan tuduhan tak berdasar bahwa ibu Alvaro yang juga istrinya berselingkuh.

Setelah berbulan-bulan tanpa titik terang, terobosan akhirnya datang. Pada Jumat (21/11), polisi berhasil mengamankan AI. Dalam pengakuannya, pria itu mengisahkan bagaimana ia membawa Alvaro pergi dari masjid tempatnya mengaji di Bintaro, Jakarta Selatan. Tiga hari setelah pembunuhan itu terjadi, jasad korban dibuangnya ke wilayah Tenjo, Bogor.

Namun begitu, tragedi ini belum berakhir. Saat berada di ruang konseling Polres Metro Jaksel, AI nekat mengakhiri hidupnya.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk transparansi. Kabid Humas, Kombes Budi Hermanto, dalam jumpa pers di Polres Jaksel pada Senin (24/11/2025), menyatakan bahwa proses penyelidikan dilakukan dengan menganalisis laporan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

"Kasus ini menjadi perhatian besar masyarakat dan penting bagi kami untuk menyampaikan informasi yang akurat, terverifikasi, dan transparan," tegas Kombes Budi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar