tuturnya.
Tidak hanya infrastruktur, capaian program pembinaan juga terlihat dari sisi partisipasi warga binaan. Sebanyak 250 orang menerima piagam rehabilitasi sosial. Sementara itu, 240 peserta dinyatakan lulus dari beragam pelatihan kemandirian mulai dari membatik, kerajinan tangan, menjadi barista, hingga menyablon. Sertifikasi ini bukti bahwa proses pembinaan berjalan terukur dan punya dampak langsung.
Tak berhenti di situ, Ditjenpas juga memperluas jejaring dengan menggandeng beragam mitra strategis di bidang pemberdayaan. Kerja sama ini diharapkan bisa membuka lebih banyak pintu kesempatan bagi mereka yang akan kembali ke masyarakat.
Pada akhirnya, langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas bukan sekadar kewajiban prosedural. Lebih dari itu, ia adalah investasi sosial yang manfaatnya bisa dirasakan banyak pihak baik oleh warga binaan, masyarakat, maupun sistem pemasyarakatan nasional secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Hakim Ragukan Hitungan Kerugian Negara dalam Perkara Korupsi Minyak
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Jakarta: Imsak Pukul 04.33
MSIG Life Bayar Klaim Rp 1,07 Triliun di Tengah Lonjakan Biaya Medis
Jamu Coro Demak Bertahan di Tengah Banjir Takjil Kekinian