tuturnya.
Tidak hanya infrastruktur, capaian program pembinaan juga terlihat dari sisi partisipasi warga binaan. Sebanyak 250 orang menerima piagam rehabilitasi sosial. Sementara itu, 240 peserta dinyatakan lulus dari beragam pelatihan kemandirian mulai dari membatik, kerajinan tangan, menjadi barista, hingga menyablon. Sertifikasi ini bukti bahwa proses pembinaan berjalan terukur dan punya dampak langsung.
Tak berhenti di situ, Ditjenpas juga memperluas jejaring dengan menggandeng beragam mitra strategis di bidang pemberdayaan. Kerja sama ini diharapkan bisa membuka lebih banyak pintu kesempatan bagi mereka yang akan kembali ke masyarakat.
Pada akhirnya, langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas bukan sekadar kewajiban prosedural. Lebih dari itu, ia adalah investasi sosial yang manfaatnya bisa dirasakan banyak pihak baik oleh warga binaan, masyarakat, maupun sistem pemasyarakatan nasional secara keseluruhan.
Artikel Terkait
WNA Diduga Ekshibisionis di Blok M Kabur, Beralasan Cuaca Panas Bikin Gatal
Motor Trail Menembus Medan Ekstrem, Bantuan Sampai ke Pelosok Aceh Tengah
Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka
Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender