Tapanuli Utara Terisolasi, Jembatan Nasional Ambruk Diterjang Banjir dan Longsor

- Rabu, 26 November 2025 | 08:35 WIB
Tapanuli Utara Terisolasi, Jembatan Nasional Ambruk Diterjang Banjir dan Longsor
Bencana di Tapanuli Utara

Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Utara, Jembatan Nasional Putus

Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dilanda bencana. Banjir dan tanah longsor datang menerjang, memutuskan sebuah jembatan di jalan nasional. Akses ke sejumlah desa pun ikut terputus akibat timbunan material longsor yang menghalangi jalan.

Menurut Kepala BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, bencana longsor ini berpusat di Kecamatan Adian Koting.

"Pada hari Selasa tanggal 25 November 2025 pukul 06.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Tanah Longsor, tepatnya di Desa Parsingkaman dan Desa Pagaran Lambung I Kecamatan Adian Koting Kabupaten Tapanuli Utara sehingga mengakibatkan 5 titik longsor dan 1 unit rumah warga terdampak," jelas Sri Wahyuni.

Tak hanya di Adian Koting, situasi serupa terjadi di Kecamatan Purbatua. Longsor di sana juga memutus akses jalan menuju satu desa.

"Longsor juga terjadi di Kecamatan Purbatua sehingga mengakibatkan jalan akses desa terputus dan 1 unit rumah warga terdampak," tambahnya.

Sebelum semua ini terjadi, jembatan yang menjadi penghubung vital di jalan nasional di Kecamatan Simangumban sudah lebih dulu ambruk. Penyebabnya, banjir yang datang bersamaan.

Banjir itu sendiri tak hanya merobohkan jembatan. Di Desa Sitolu Bahal, Kecamatan Purbatua, puluhan rumah warga terendam air.

"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan terjadinya banjir hingga mengakibatkan pergerakan tanah sehingga jembatan penghubung jalan nasional Tarutung-Sipirok terputus. Serta banjir juga terjadi di Desa Sitolu Bahal Kecamatan Purbatua sehingga menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir," papar Sri Wahyuni lagi, melengkapi gambaran situasi yang cukup memprihatinkan itu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar