Bencana ini tersebar di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, dan Nias. Menurut Ferry, ada dua puluh titik kejadian yang tercatat. Rinciannya, dua belas kasus tanah longsor mendominasi, disusul tujuh banjir, dan satu insiden pohon tumbang.
Dampaknya sungguh luas. Ratusan rumah warga dilaporkan rusak, dan kehidupan ribuan orang langsung berubah. Banyak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri.
"Kita mencatat 2.393 kepala keluarga terdampak," jelas Ferry. "Sekitar 445 warga memilih untuk mengungsi sementara."
Di sisi lain, akses transportasi juga tak luput dari gangguan. Sejumlah ruas jalan utama masih terputus, tertutup material longsoran tanah atau terendam genangan banjir yang belum surut. Keadaan ini tentu saja mempersulit proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Artikel Terkait
Makanan Bergizi untuk Balita Viral, Cuma Dibungkus Kantong Kresek
Trump Ancam Luncurkan Serangan Darat ke Kartel Narkoba Meksiko
Kepala KPP Jakarta Utara Dicokok KPK, Suap Pajak Rp 4 Miliar Beralih ke Dolar Singapura
KPK Gelar OTT Perdana 2026, Kantor Pajak dan Perusahaan Tambang Jadi Sasaran