Di ballroom The Westin Jakarta yang megah, Selasa (25/11) lalu, Jaksa Agung ST Burhanuddin tampak sumringah. Ia baru saja menerima penghargaan bergengsi detikcom Awards 2025, tepatnya dalam kategori Tokoh Transformasi Penegakan Hukum.
Acara yang bertajuk 'Apresiasi Karya Insan Nusantara, Merajut Indonesia Gemilang' ini memang punya misi jelas: memberi panggung bagi mereka yang kontribusinya nyata untuk negeri. Baik dari kalangan individu, pelaku usaha, hingga unsur pemerintah.
Lantas, apa yang membuat Burhanuddin layak dapat apresiasi ini? Ternyata, langkah-langkahnya dianggap membawa angin segar bagi Kejaksaan Agung. Ia tak cuma fokus menindak, tapi juga memutar otak agar aset sitaan bisa hidup kembali dan berguna untuk orang banyak.
Ambil contoh program 'Jaksa Mandiri Pangan'. Gagasannya sederhana tapi berdampak luas: mengubah lahan sitaan yang menganggur jadi area pertanian produktif. Ini jelas langkah nyata untuk urusan perut mendukung ketahanan pangan nasional.
Tak berhenti di situ, ia juga aktif menjalin kolaborasi. Berbagai kementerian dan lembaga diajaknya duduk bersama, memastikan program-program itu jalan terus, bukan sekadar seremonial.
Yang juga patut dicatat, di bawah komandonya, Kejagung telah menyerahkan aset-aset strategis hasil tindak pidana. Enam smelter dari kasus korupsi timah, misalnya, kini tak lagi mangkrak. Langkah ini seolah menegaskan bahwa penegakan hukum dan pembangunan nasional bisa berjalan beriringan.
Memang, yang dilakukannya ini bukan hal kecil. Paradigma lama seolah dibalik: hukum bukan lagi sekadar urusan menghukum, tapi juga bagaimana ia bisa mendorong kesejahteraan publik.
Melalui detikcom Awards 2025, berbagai bidang lain turut diapresiasi. Mulai dari inovasi birokrasi, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, hingga kontribusi sosial dan lingkungan. Semuanya punya benang merah yang sama: merajut Indonesia yang lebih gemilang.
Inilah daftar lengkap nomenklatur penghargaannya:
- Anugerah Inovasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan
- Anugerah Ekonomi Kerakyatan
- Anugerah Inklusi Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Digital
- Anugerah Kontribusi Sosial, Budaya, & Perlindungan Masyarakat
- Anugerah Lingkungan, Energi, & Ketahanan Pangan
- Anugerah Pembangunan Politik, Hukum, & Demokrasi
- Anugerah Pertumbuhan Ekonomi & Ekosistem Digital
- Anugerah Kontribusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
- Anugerah Lingkungan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan
- Anugerah Inovasi Bisnis, Teknologi, dan Layanan Konsumen
Artikel Terkait
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu, 10 Juni 2026
Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu di Bogor, Pemilik Anjing Jadi Tersangka
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Respons Tekanan Rupiah Akibat Ketidakpastian Global