Mayjen TNI Bangun Nawoko, Pangdam XIV/Hasanuddin, menegaskan proses hukum terkait tewasnya Prada HMN di barak Yonarhanud 4/AAY, Gowa, akan berjalan transparan. Di sisi lain, ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga mendiang prajurit tersebut.
"Pertama, untuk insiden yang menimpa rekan kita, prajurit kita, anak kita ini, saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga," ujar Mayjen Bangun di hadapan wartawan di Markas Arhanud 4/AAY, Senin (24/11/2025).
Dengan suara yang berat, ia melanjutkan, "Kedua, tentu saja saya menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian ini."
Jenderal bintang dua itu bersikap tegas. Ia menyatakan tak akan ada toleransi sedikit pun bagi prajurit yang menyakiti rekan sejawatnya, apalagi sampai menyebabkan kematian. Menurutnya, rantai kekerasan yang kerap dibungkus dalih pembinaan harus segera diputus.
"Ini poin penting," tegasnya. "Saya sama sekali tidak akan membiarkan ada prajurit yang melukai prajurit lain, terlebih sampai merenggut nyawa."
"Kita memang sering menjalani latihan keras, tapi itu tidak boleh sampai menyakiti, apalagi menghilangkan nyawa seseorang. Itu sama sekali tidak dibenarkan," sambung Bangun Nawoko.
Ia lantas mengimbau pentingnya suasana kekeluargaan di barak. Kehidupan di asrama, katanya, harus jadi wadah saling mengasah, mengasihi, dan mengasuh. Apalagi mengingat tugas di lapangan sering kali penuh bahaya dan membutuhkan persiapan mental yang matang.
"Jadi, ya, di barak harus ada semangat gotong royong. Saling asah, asih, asuh. Itu modal untuk menghadapi tugas-tugas sulit di luar," paparnya.
Mayjen Bangun tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaku sangat menyesal melihat prajurit senior tega melakukan dugaan tindak kekerasan terhadap yuniornya. Ia pun berjanji akan melakukan pembenahan menyeluruh di internal kesatuan.
"Sampai saat ini baru tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Yang membuat hati ini sedih, pelakunya hanya satu tingkat di atas korban. Inilah yang harus kita benahi soal kehidupan barak," imbuhnya dengan nada prihatin.
Artikel Terkait
detikcom dan BAKTI Komdigi Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026 untuk Para Penghubung Negeri
Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
Wakil Ketua MPR Desak Pengakuan Hak Perempuan Adat untuk Hadapi Krisis Iklim dan Pangan
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati: Indonesia Pacu Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Forum Dunia